Posts

Milk Blister, Bikin Sakit Saat Menyusui

Image
Emang ya yang namanya jadi ibu itu belajar selalu ya. Setelah berkenalan dengan disentri dan bakteri amuba yang dialami oleh Elora, saya berkenalan dengan milk blister alias jerawat di puting. Duh!

Waktu saya hamil, rekan di kantor titip pesan bahwa saya harus tahu tentang laktasi. Biasanya ibu baru heboh cari baju atau perlengkapan bayi, tapi justru lupa dengan proses menyusui. Menyusui, yang terlihat gampang karena "tinggal lep" dan sepele, ternyata butuh dikuasai mengenai teknik menyusui, penyimpanan ASI, serta segala permasalahan dan penanganannya.



Saya kena milk blister saat lebaran. Tiba-tiba payudara kiri saya kerasa keras. Sama saya enggak langsung disusuin karena saya pikir nanti juga kempes saat disusuin. Ternyata si payudara semakin keras, semakin sakit, dan setelah disusuin enggak kempes juga. Lho, kok tumben? Saya kompres dan pijet berkali-kali, tapi payudara enggak kempes. Bengkaknya juga enggak lazim yaitu hanya keras seperti lempengan di bagian dekat ketiak a…

Kenali Tekstur, Porsi, dan Komposisi MPASI 6 Bulan Yuk!

Image
Elora sudah masuk ke tahap yang menakuti buat saya yaitu MPASI. Kenapa takut? Karena saya sudah membayangkan harus ke pasar dan memasak--yaitu dua hal yang kurang saya suka. Lebih terdengar males ya daripada takut. Hehe. Maap yak, tidak mengikuti standar wanita kudu suka masak. Tapi suka bukan berarti enggak bisa lhoo.. *pembelaan diri*

Anyway, balik lagi ke tema MPASI. Saat Elora usia 5 bulan, saya sudah browsing tentang MPASI seperti peralatan yang harus disiapkan, makanan yang boleh dimakan oleh bayi, cara memasaknya, resepnya, dan lainnya. Intinya, ternyata informasi yang saya dapat ada yang kurang tepat, terutama tentang makanan yang dikasih.

Pencerahan ini bermula ketika saya konsultasi tentang MPASI secara tidak terencana. Saya datang ke konselor laktasi untuk konsultasi masalah milk blister yang saya alami. Dokter Florencia Jonathan, konselor laktasi di RSIA Limijati, memberitahukan tentang MPASI. Saya share yaa agar bermanfaat buat ibu-ibu yang anaknya mau MPASI.


Perkenalan MPA…

Baby Blues, Fase Penuh Penyesalan

Image
Sebagai sarjana psikologi, saya tahu secara teori tentang baby blues. Pengetahuan tentang psikologi membuat saya merasa bisa mengatasi jika saya terkena baby blues. Tapi, ya, teori tinggal teori. Benar kata orang, "Psikologi itu untuk Anda, bukan untuk saya." :D

Bagi yang belum tahu apa itu baby blues, saya jelasin singkat, ya. Jadi, baby blues adalah gangguan suasana hati yang umum dirasakan oleh 70% ibu setelah melahirkan. Gangguan ini terjadi karena perubahan dalam diri si ibu yang terjadi secara drastis, seperti perubahan hormon, perubahan rutinitas, dan diperparah karena capek dan kewalahan urus bayi. 
Gejala yang paling sering kelihatan adalah ibu jadi mudah nangis, lebih mudah marah, dan lebih sensitif. Perilaku baby blues yang pernah ditunjukkan oleh teman saya adalah dia abai dan cuek tidur saat bayinya nangis. Jadi si bayi ditangani sama neneknya.
Saat hamil tua, saya sudah mengungkapkan isu tentang baby blues ini ke suami, dan cerita pengalaman baby blues yang dia…

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba

Image
Beberapa minggu yang lalu, Elora diare. Awalnya saya menduga diare karena kok sehari bisa sampai 8 kali BAB. Saya takut dengan dampak diare yaitu dehidrasi karena harus diinfus. Selain itu, karena sering cebok, pantatnya Elora juga sudah mulai lecet. Sebelumnya, Elora BAB setiap dua atau tiga hari sekali. Bentuknya juga tidak seperti selai, tapi lebih encer, berlendir, warnanya hijau, dan ada biji-bijinya (seperti BAB bayi baru lahir).

Saya tanya ke saudara sepupu saya yang merupakan seorang dokter anak. Ia bilang bahwa bayi dikatakan diare jika BAB lebih dari tiga kali dengan bentuk encer dan lembek. Wah, ini sih Elora banget! Sepupu saya menyarankan untuk memberikan Lacto b. Lacto b bukan obat, melainkan probiotik yang menumbuhkan bakteri baik di usus. Kayak Yakult gitu lah. Bentuknya seperti susu bubuk. Saya memberikan kepada Elora dengan cara dilarutkan ke ASI.

Setelah dua hari pemberian Lacto b, tidak ada tanda membaik. Elora juga suka merintih di malam hari. Karena khawatir, s…

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Image
Saya mau menulis lagi tentang cloth diaper (clodi) karena saya bangga pakai clodi. Beberapa waktu lalu, saya baca berita kalau tiga juta sampah popok sekali pakai (pospak) mencemari sungai Brantas setiap harinya. Sungai jadi tercemar bakteri E-Coli karena tinja yang ada di dalam pospak. Bahan plastik pospak pun tidak bisa diurai dalam waktu 10-20 tahun. Aduh, kok kasian bumi kita.
Kali ini, saya mau review clodi untuk para ibu yang baru mau mulai berclodi. Siapa tahu tulisan ini jadi memudahkan untuk mengambil keputusan mau pakai merk yang mana. Hehe. Soalnya memilih clodi dari berbagai macam merk itu lumayan memusingkan!
Oh, ya, saya pernah menulis penjelasan tentang clodi untuk pemula dan bagaimana cara memilih clodi. Silakan klik di sini.
Sejauh ini saya punya empat merk clodi yaitu Ecobum, Little Hippo, Babyland, dan Cluebebe. Manakah yang lebih bagus? Yuk, lanjut bacanya ke bawah.
Ecobum
Harga clodi Ecobum memang lebih mahal dibandingkan Babyland, Little Hippo, dan Cluebebe. Tapi…

Pasang IUD di Puskesmas

Image
Setelah Elora lahir, saya enggak dapat haid sampai Elora usianya 3 bulan. Hal ini berbeda dengan teman saya yang langsung haid begitu masa nifasnya selesai. Lah, 'kan saya jadi serem kok enggak haid. Hal yang ditakutkan ibu baru itu hamil lagi saat anak masih kecil. Repot, bok! Setelah browsing, saya menemukan informasi ternyata ibu yang tidak menyusui asi secara eksklusif (kasih susu formula + ASI) itu haidnya datang lebih cepat datang daripada ibu yang menyusui ASI eksklusif.
Oh, gitar~
Mulanya saya belum kepikiran pasang KB setelah melahirkan. Karena waktu lahirannya C-section, jadi pikiran saya lebih fokus operasi. Dokter kandungan saya juga enggak bahas tentang KB. Setelah tahu bahwa menyusui ASI secara eksklusif adalah kontrasepsi alami, makin jauh deh itu pikiran menggunakan alat kontrasepsi.
Tapi ternyata ini perlu dicermati, bu-ibu. Teman saya yang berprofesi sebagai bidan, Devie namanya, bilang bahwa menyusui sebagai kontrasepsi alami itu artinya menyusuinya harus intens se…

Baca Buku Sebelum Tidur, Yuk!

Image
Demi menciptakan generasi cerdas dan gemar baca, ceritanya saya ingin membiasakan Elora membaca buku sedini mungkin alias sejak umurnya dua bulan. Haha, dini banget bo! Walaupun Elora mungkin belum mengerti ceritanya, tapi anggap saja itu latihan untuk menambah kosa kata, melihat gambar warna-warni, dan familiar terhadap buku. Maklum, emaknya enggak punya mainan warna-warni yang bisa stimulus otaknya. Modal emaknya hanya buku, banyak bercerita, dan boneka tangan saja. Huhu.

Sejauh ini Elora punya empat buku berbahasa Inggris dan satu buku berbahasa Indonesia. Sebenarnya bukan sok-sokan agar Elora ngomong Bahasa Inggris nantinya, tapi semua buku berbahasa Inggris itu adalah pemberian sahabat saya alias saya mendapatkannya gratis. Hehe. Buku luar negeri itu tipikal sekali: ilustrasi bagus, penuh warna, dan hard cover! Pengin deh koleksi buku dari luar negeri.


Ternyata anak bayi dua bulan sudah bisa menyimak buku yang kita ceritakan lho! Kalau sedang rewel, Elora jadi anteng kalau sudah …