Posts

You are Bored with Me.. and That's Ok

Image
Jadi ibu baru itu menyita hidup kita seluruhnya. Energi, tenaga, perhatian, prioritas dan lainnya. Menjadi ibu artinya kita harus bertanggung jawab dengan keberlangsungan hidup seorang manusia. Tambahannya, kita ingin manusia tersebut itu mendapatkan hal yang terbaik agar hidupnya baik dan bisa mandiri pula. Untuk kepentingan anaknya dan orang tua.

Maka, demi "investasi" jangka panjang ini, banyak orang tua mengorbankan banyak hal secara sengaja seperti memilih untuk melepas karier dan tidak sengaja seperti kehilangan teman.

Saat dulu saya belum jadi ibu, saya suka sinis memandang teman yang sudah menikah dan punya anak. Saya selalu beranggapan bahwa saya kehilangan teman-teman. Teman-teman saya diambil karena pernikahan. Itu enggak seru!

Ternyata, setelah dijalani, memang jadi seperti itu. Setelah menikah, akhir pekan banyak diambil waktunya untuk bercengkrama dengan keluarga besar (apalagi kami LDR). Kenapa? Karena kami adalah dua orang asing yang berencana hidup bareng se…

Menggendong Bayi alias Babywearing Juga Ada Ilmunya!

Image
Akhir-akhir ini saya disibukkan dengan pekerjaan baru yaitu ngurus media sosial sebuah produsen baby carrier alias gendongan bayi. Gendongan ini buatan Bandung tapi kualitas sangat baik dan design-nya keren sehingga saya tertarik untuk membuat konten media sosialnya. Selain itu, faktor lain yang membuat saya tertarik adalah saya seorang babywearer aktif karena tidak punya pengasuh dan sebagai orang tua baru yang tertarik dengan ilmu parenting.

Setelah proses seleksi, akhirnya saya ketemu dengan pemilik brand baby carrier tersebut, saya jadi tercerahkan banyak hal dalam dunia gendong menggendong. Ternyata, sama seperti menyusui, menggendong pun ada ilmunya bok! Menggendong bayi tidak bisa asal karena bisa-bisa perkembangan pangkal paha si kecil tidak normal (hip dysplasia).

Babywearing punya banyak komunitas di daerah seperti Medan Babywearers atau Bandung Babywearers, ada juga komunitas nasional seperti Nusantara Menggendong, Indonesian Babywearers, dan Ayah Gendong Indonesia. Beberapa…

Kenali Tekstur, Porsi, dan Komposisi MPASI 6 Bulan Yuk!

Image
Elora sudah masuk ke tahap yang menakuti buat saya yaitu MPASI. Kenapa takut? Karena saya sudah membayangkan harus ke pasar dan memasak--yaitu dua hal yang kurang saya suka. Lebih terdengar males ya daripada takut. Hehe. Maap yak, tidak mengikuti standar wanita kudu suka masak. Tapi suka bukan berarti enggak bisa lhoo.. *pembelaan diri*

Anyway, balik lagi ke tema MPASI. Saat Elora usia 5 bulan, saya sudah browsing tentang MPASI seperti peralatan yang harus disiapkan, makanan yang boleh dimakan oleh bayi, cara memasaknya, resepnya, dan lainnya. Intinya, ternyata informasi yang saya dapat ada yang kurang tepat, terutama tentang makanan yang dikasih.

Pencerahan ini bermula ketika saya konsultasi tentang MPASI secara tidak terencana. Saya datang ke konselor laktasi untuk konsultasi masalah milk blister yang saya alami. Dokter Florencia Jonathan, konselor laktasi di RSIA Limijati, memberitahukan tentang MPASI. Saya share yaa agar bermanfaat buat ibu-ibu yang anaknya mau MPASI.


Perkenalan MPA…

Milk Blister, Bikin Sakit Saat Menyusui

Image
Emang ya yang namanya jadi ibu itu belajar selalu ya. Setelah berkenalan dengan disentri dan bakteri amuba yang dialami oleh Elora, saya berkenalan dengan milk blister alias jerawat di puting. Duh!

Waktu saya hamil, rekan di kantor titip pesan bahwa saya harus tahu tentang laktasi. Biasanya ibu baru heboh cari baju atau perlengkapan bayi, tapi justru lupa dengan proses menyusui. Menyusui, yang terlihat gampang karena "tinggal lep" dan sepele, ternyata butuh dikuasai mengenai teknik menyusui, penyimpanan ASI, serta segala permasalahan dan penanganannya.



Saya kena milk blister saat lebaran. Tiba-tiba payudara kiri saya kerasa keras. Sama saya enggak langsung disusuin karena saya pikir nanti juga kempes saat disusuin. Ternyata si payudara semakin keras, semakin sakit, dan setelah disusuin enggak kempes juga. Lho, kok tumben? Saya kompres dan pijet berkali-kali, tapi payudara enggak kempes. Bengkaknya juga enggak lazim yaitu hanya keras seperti lempengan di bagian dekat ketiak a…

Baby Blues, Fase Penuh Penyesalan

Image
Sebagai sarjana psikologi, saya tahu secara teori tentang baby blues. Pengetahuan tentang psikologi membuat saya merasa bisa mengatasi jika saya terkena baby blues. Tapi, ya, teori tinggal teori. Benar kata orang, "Psikologi itu untuk Anda, bukan untuk saya." :D

Bagi yang belum tahu apa itu baby blues, saya jelasin singkat, ya. Jadi, baby blues adalah gangguan suasana hati yang umum dirasakan oleh 70% ibu setelah melahirkan. Gangguan ini terjadi karena perubahan dalam diri si ibu yang terjadi secara drastis, seperti perubahan hormon, perubahan rutinitas, dan diperparah karena capek dan kewalahan urus bayi. 
Gejala yang paling sering kelihatan adalah ibu jadi mudah nangis, lebih mudah marah, dan lebih sensitif. Perilaku baby blues yang pernah ditunjukkan oleh teman saya adalah dia abai dan cuek tidur saat bayinya nangis. Jadi si bayi ditangani sama neneknya.
Saat hamil tua, saya sudah mengungkapkan isu tentang baby blues ini ke suami, dan cerita pengalaman baby blues yang dia…

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba

Image
Beberapa minggu yang lalu, Elora diare. Awalnya saya menduga diare karena kok sehari bisa sampai 8 kali BAB. Saya takut dengan dampak diare yaitu dehidrasi karena harus diinfus. Selain itu, karena sering cebok, pantatnya Elora juga sudah mulai lecet. Sebelumnya, Elora BAB setiap dua atau tiga hari sekali. Bentuknya juga tidak seperti selai, tapi lebih encer, berlendir, warnanya hijau, dan ada biji-bijinya (seperti BAB bayi baru lahir).

Saya tanya ke saudara sepupu saya yang merupakan seorang dokter anak. Ia bilang bahwa bayi dikatakan diare jika BAB lebih dari tiga kali dengan bentuk encer dan lembek. Wah, ini sih Elora banget! Sepupu saya menyarankan untuk memberikan Lacto b. Lacto b bukan obat, melainkan probiotik yang menumbuhkan bakteri baik di usus. Kayak Yakult gitu lah. Bentuknya seperti susu bubuk. Saya memberikan kepada Elora dengan cara dilarutkan ke ASI.

Setelah dua hari pemberian Lacto b, tidak ada tanda membaik. Elora juga suka merintih di malam hari. Karena khawatir, s…

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Image
Saya mau menulis lagi tentang cloth diaper (clodi) karena saya bangga pakai clodi. Beberapa waktu lalu, saya baca berita kalau tiga juta sampah popok sekali pakai (pospak) mencemari sungai Brantas setiap harinya. Sungai jadi tercemar bakteri E-Coli karena tinja yang ada di dalam pospak. Bahan plastik pospak pun tidak bisa diurai dalam waktu 10-20 tahun. Aduh, kok kasian bumi kita.
Kali ini, saya mau review clodi untuk para ibu yang baru mau mulai berclodi. Siapa tahu tulisan ini jadi memudahkan untuk mengambil keputusan mau pakai merk yang mana. Hehe. Soalnya memilih clodi dari berbagai macam merk itu lumayan memusingkan!
Oh, ya, saya pernah menulis penjelasan tentang clodi untuk pemula dan bagaimana cara memilih clodi. Silakan klik di sini.
Sejauh ini saya punya empat merk clodi yaitu Ecobum, Little Hippo, Babyland, dan Cluebebe. Manakah yang lebih bagus? Yuk, lanjut bacanya ke bawah.
Ecobum
Harga clodi Ecobum memang lebih mahal dibandingkan Babyland, Little Hippo, dan Cluebebe. Tapi…