Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Phenomenon

Beliau datang dengan mata yang menjelajah mengawasi orang-orang yang bernama mahasiswa. Ia bertanya, "Phenomenology?". Lalu ia duduk di sofa depan laboratorium.
Ia duduk. Ia menjelaskan tanpa mengenalkan dirinya. Buku-buku jemarinya mulai rapuh. Tangan kirinya bergetar, tapi itu bukan tremor. Rambutnya hitam keabu2an, perpaduan warna yang fantastis. Ia menjelaskan mengenai Kant dan perang dunia ke-2 (Kami merasa tidak mengerti mengapa ia menjelaskan PD II. Ternyata ia hanya ingin memberi tahu bahwa Kant meninggal sebelum perang meletus. Seperti rambutnya.. itu fantastis!). Menjelaskan tentang Husserl, lalu Brentano dan Husserl lagi. Padahal kami sudah menyiapkan space kosong untuk menulis tentang Brentano!
Gaya bicaranya lambat-lambat, seperti dosen filsafat umum lainnya. Ia terkadang menerawang untuk mengingat. Jika tidak ingat, ia akan membuka diktat kuliahnya yang menguning. Ketika menerawang, matahari yang menembus gorden laboratorium memantulkan map hijau ke matanya. Adalah pantulan yang sempurna.
Menguap, melihat jam lalu memperhatikan. Mulai terpikirkan untuk FKKB atau tidak. Saya menulis, teman disebelah saya chat dengan temannya dan teman dibelakang saya memainkan rambut saya.
Lab hangat
Suasana mendukung
Saya pun tidur

ZZZZzzzzz....

Comments

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba