Kisah Kerajaan

Kerajaan mempunyai kisah apik.

Hari ini Putri Kerajaan menyuntikkan insulinnya lagi, berharap kondisi tubuhnya kembali ke keadaan homeostatis. Putri Kerajaan tidak menyakiti dirinya dengan jarum suntik, ia hanya berusaha untuk memperpanjang hidup.
Ketika insulin sedang bereaksi dalam tubuhnya, ia mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Lalu datanglah seseorang yang ia sangat kenal.
"Tuan Putri.."
"..." Seseorang yang ia tidak pernah harapkan hadir dalam kehidupannya, kini ada didepannya. Seseorang yang dulu ia kenal, Pengawal Kerajaan.
"Apa kabar?"
"..." Ada keengganan untuk menjawab dalam hati Putri Kerajaan.
"Saya tidak begitu baik"
"..." Seperti biasa, ia akan datang ketika keadaan tidak begitu baik. Ketika membaik, ia menghilang. Atau ia memang selalu menghilang tetapi Putri Kerajaan pura-pura tidak mengetahuinya? Apa yang harus Putri Kerajaan katakan kepada orang yang begitu ia sayangi dan sudah sangat lama tidak menghubunginya. Apa yang harus Putri Kerajaan lakukan dengan seseorang yang seharusnya menjaga kerajaannya tetapi pergi meninggalkannya? Apa yang harus Putri Kerajaan katakan kepada orang yang datang dan pergi seenak hatinya? Apa Putri Kerajaan harus marah atau menutupinya sehingga menjadi bentuk kebutaan mutlak atas cinta? Tetapi Putri Kerajaan begitu rindu dengan wujud orang ini.
"Saya sangat rindu kepada Tuan Putri.."
"Kamu selama ini kemana aja?" Cukup muak Tuan Putri mendengar kata2 manis darinya. Perasaannya disetir, perasaannya digantungi.. perasaannya dipermainkan.
"Ada perang diluar kerajaan."
Alasan yang itu..itu.. dan itu lagi. Tetapi Putri Kerjaan mencoba untuk mengerti lagi..lagi.. dan lagi.

Putri kerajaan tetangga selalu berkata bahwa Putri yang satu ini begitu bodoh. Pangeran kerajaan lainnya yang berusaha memikat habis-habisan. Tetapi hati yang membeku tidak pernah terderak. Mereka menyerah kalah.
Sayembara yang dibuat Raja untuk menyenangkan Putri begitu tidak ada guna. Seluruh pelawak dari penjuru kerjaan didatangkan namun tidak ada satu pun yang mampu membuat Putri senang. Karena rasa senang tidak hanya didapat dari lelucon bodoh atau lawakan yang maksa, hanya dengan kehadiran seseorang yang ia sayang.. ia akan merasa senang. Ia tidak perlu berkata-kata apapun, hanya hadir dan diam saja.

Kini..alasan itu yang selalu keluar dari mulut Pengawal. Mungkin memang tidak ada keinginan lagi untuk menyenangkan Putri Kerajaan. Putri kerajaan tetangga selalu berkata bahwa itu bukan alasan dan seharusnya Pengawal lebih memperjuangkannya lagi. Mereka yang berpikiran buruk mengenai pengawal bahwa mungkin saja ia sedang bercinta dengan pelacur kota. Ah.. toh yang tahu keadaan yang sebenarnya adalah Putri Kerajaan, mereka hanya tidak tahu apa2. Sama seperti sebelumnya, Putri Kerajaan mencoba mengerti.

"Saya mencintai Putri" Putri Kerajaan begitu ingin memeluknya tetapi ia tahan sekuat tenaga karena takut semua perasaannya terhisap lagi pada eksistensi Pengawal Kerajaan. Ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Ia berkata,
"Kamu tidak perlu repot-repot datang kesini hanya untuk mengatakan itu. Urusilah perang itu sampai tuntas. Ketika tuntas, bercintalah dengan pelacur kota. Habiskan uang yang pernah kerajaan berikan. Besenang-senanglah."
Roman muka yang tidak pernah tertebak oleh Putri Kerajaan mengiringi Pengawal keluar dari kamarnya. Ia tahu, ia telah menyakiti perasaan seseorang yang ia sayang.

Begitulah. Rasa sayang Putri Kerajaan memaksanya untuk berkata apa yang tidak ingin ia katakan. Perasaan terakhirnya dilimpah untuk membebaskan pengawal dari kehidupan dan hatinya. Berhenti mengikat seseorang yang benar-benar tidak pernah jadi miliknya. Mungkin memang harus Putri Kerajaan yang harus pergi jika tidak pernah pasti. Ia mencoba menepi.Kenyataan yang harus Pengawal Kerajaan tahu adalah Putri Kerajaan tidak pernah membenci karena tidak pernah ada niatan buruk dihatinya. Ia tidak cinta, tetapi sayang. Cinta lebih berupa obsesi untuk mengikat seseorang tetapi sayang tidak. Ah.. biarkanlah Putri Kerajaan menikmati pedihnya. Toh ia punya rasa sayang yang melimpah dihatinya.
Sejak saat itu ia tidak pernah menyuntikkan insulinnya lagi. Hanya membiarkan tubuhnya diguncang oleh kadar gula yang tinggi.

That`s all folks.

[Penulis baru sadar bahwa ia belum pernah mengangkat tema cinta di blog ini. Ternyata ceritanya dan endingnya jelek T_T Btw, Si Putri Kerajaan itu bego ngga sih?]

Comments

Vendy said…
bukankah kebanyakan dari kita memang seperti itu ?
Spedaman said…
Putri ga bego kok,,
siapa tau ada pangeran diluar sana yang kan memikat hati Putri;)
yang pny blog said…
vendy: berusaha mengubek2 logika dalam tumpukan kebutaan atas cinta?

sidhaninih: huehuehuehue.. Putri Kerajaan mengucapkan AMEEENNN!!! *niat bgt kynya*
Vendy said…
@yangpunyablog : mungkin begitu :D
jots said…
saya... tidak dapat lebih setuju lagi dengan si putri.. kenapa putri memilih untuk disakiti oleh seseorang dimana bermilyar juta manusia diluar sana berusaha menyenangkannya? mungkin itu adalah pilihan... dan putri memilih untuk melakukannya...

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas