Raya

by - April 10, 2006

Hari ini, seperti biasa, Raya meringkuk di pojok kamarnya. Aku mendekatinya. Ada gerakan kecil namun tidak berarti. Terlihat diam padahal ia sedang bermain di dunia makna. Ia sedang bermain dengan kotak mainan Tuhan. Bentuknya persegi panjang dan warnanya transparan sehingga Raya bisa melihat isinya. Isi kotak mainan Tuhan itu hanya kabut bewarna hitam yang spiral namun gemerlap. Raya berbisik, "Tuhan menyebut itu Bimasakti." Gemerlapnya seperti intan atau berlian.. atau apapunlah. Yang pasti Raya terpana.

Raya bilang bahwa Tuhan mengizinkan Raya untuk bermain-main dengan kotak itu. Boleh mengguncang-guncangnya karena semua lintasan intan itu sudah diatur oleh Tuhan. Ada senyuman kecil di bibir Raya karena ia sedang melihat Tuhan tertawa. Tuhan tertawa karena mereka tidak sadar kalau mereka berada di mikrosemesta. Mereka.. Raya dan Tuhan, berada di kehidupan yang makro. Manusia yang hidup di dalamnya, tidak pernah tahu bahwa ada kehidupan yang luas di atasnya. Sebuah realita transenden.

Raya mulai tertawa-tawa sendiri. Aku tidak tahu apa yang Tuhan katakan padanya.

Lalu Raya mulai menangis, ia berkata pada Tuhan. "Bolehkah aku yang mengatur lintasannya?" Tuhan hanya menggeleng-gelengkan wujudnya. Raya menangis. Tuhan berkata pada Raya, "Kalau mereka jatuh, mereka akan terkantuk dengan dinding kotak. Atau ketika Matahari jatuh, ia akan melelehkan dinding kotak. Maka kehidupan mikro akan hancur."

"Bimasakti ... Bimasakti ..." Raya bergumam.

Aku hanya bisa tersenyum mengikuti kehidupannya. Aku bersihkan badannya, aku sisir rambutnya yang memanjang, aku cuci pakaiannya ... aku atur segala kehidupannya. Ini anakku Raya, perempuan cantik yang berada di dunianya, selalu berimajinasi tentang Tuhan.

(penulis dihadapkan UTS Fenomenologi besok.. doakan selamat yaa!! Semoga setan kecil bernama malas itu tidak muncul. Besok2 penulis akan bercerita tentang perempuan yah.. Ciao! ^^)

You May Also Like

8 comments

  1. apakah "kamu" pengatur Raya ? :P

    ReplyDelete
  2. semua orang punya kekuasaan sendiri untuk mengatur Raya. Mungkin bung vendy bisa memberikan jalan hidup berbeda untuk Raya? Jadi.. kalau mau, bisa dibuat lanjutannya tapi beda orang gituh.. *mencoba metode baru* :)

    ReplyDelete
  3. aku bukan seorang diktator, apalagi profesor. semua orang bisa belajar tanpa harus diatur secara monoton. lagipula, bukankah lebih asik menebak sesuatu yang belum tentu terjadi ? :D

    ReplyDelete
  4. karenanya, sebagai permulaan, aku hanya bisa menganalisa sesuatu yang ada di luar Raya. silahken menuju http://mystupidstories.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Anonymous8:11 PM

    its different view to describe...
    how "IT" happends..
    bagus ni...
    lo punya imajinasi yang tinggi...
    btw..its can work to you too...
    lo punya kekuasaan ma diri lo..
    remember "mind map"...
    go girl......:)(dimas)

    ReplyDelete
  6. maaf oot. :)
    lam kenal ya. met gabung dg blogfam. acc membernya sdh diaktifkan. ditunggu sapa nya di perkenalan.

    ReplyDelete
  7. Anonymous8:55 PM

    That's a great story. Waiting for more. » » »

    ReplyDelete
  8. Anonymous1:47 PM

    Very nice site! »

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.