Posts

Showing posts from July, 2006

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Cerita Sebuah Foto

Image
“ Hallo..” “ Kamu dimana?” “ Kapan kamu kesini?” “ Ini sudah satu tahun!” “ Semua nomer handphone yang aku hubungi ngga aktif.” “ Aku bosen ngedengerin You call a wrong number or the dial is not in service. Please try again .” “ Hey.. aku itu mau ngobrol sama kamu, bukan sama operator telepon!” “…” “ Kamu baik-baik aja, kan?” “ Aku bener-bener kangen sama kamu.” “ Kamu ngga sakit kan?” “ Apa segalanya udah selesai?” “ Kamu masih rajin shalat kan?” “ Aku nelepon untuk minta maaf sama kamu.” “ Maafin aku ngga bisa ke sana. Ruang terlalu jauh dan aku terlalu takut.” “ Padahal kamu pernah kesini. Ruang tidak jauh tapi kamu tetap takut.” “ Mereka bilang kamu pengecut.” “ Menyakitkan? Itu kenyataan yang mereka katakan.” “ Ah ya.. aku kan mau minta maaf.” “ Maafin kalau dulu aku terlalu banyak menuntut.” “ Hmm.. tapi menuntut apa sih? Ketidakjelasan hubungan?” “ Mungkin perempuan ditakdirkan untuk menunggu.” “ HTI.. HTS.. TTM.. apalah istilah-istilah mengerikan itu.”

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya] Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk. Tok.. tok.. “Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina. Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku. “Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.” “Ralat.. hampir tidur!” “Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?” “Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?” Sabrina tertawa. Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya