Civil Society`s Poem

Dunia mendadak sepi..
Tidak ada anak-anak, orang dewasa dan orang tua yang bercengkrama
Tidak ada penulis, penyair dan pujangga
Semua laki-laki ditarik menjadi tentara
Serjerat dalamn perintah gerakan kaki,
"satu dua.. satu dua.."

Dunia mendadak hitam putih..
Peluru yang menembus kepala dan mengamburkan isinya disamarkan menjadi hitam dan putih
Dibuat untuk mengurangi kekejaman, hati yang pilu dan rasa sedih
Berharap akan ada luka yang lekas pulih

Dunia mendadak lambat..
Membuat agonia terasa begitu menyayat
Perang merebut orang-orang terdekat
Dendam terjerat dalam jaringan belikat

Harta, kuasa dan tahta dijadikan berhala
Kemanakah agama samawi yang mereka sembah yang seharusnya menuntun mereka ke surga?
Atau mereka beranggapan bahwa malaikat Tuhan sudah pasti berada dipihaknya?

Segalanya mendadak ironi
Menjaring dualitas sebagai perbedaan dan memisahkannya dengan jurang yang tak berbatas
Area abu-abu dihilangkan demi sekutu

Apakah mereka menganggap ini adalah sebuah kebetulan?
Tidakkah mereka ingat dengan aksioma Tuhan
bahwa segala sesuatunya terencanakan?

[Sedih juga kalo lihat berita.. kayaknya engga ada sesuatu yang lebih menyenangkan selain perang, demonstrasi, gerakan anarkis, agresif dan destruktif lainnya..]

Comments

Vendy said…
bukankah derita itu enigma terkecil dalam diri manusia yang paling dinikmati ?
mynameisnia said…
my agony is my ecstacy bung vendy? tapi kalo masalahnya karena perang.. engg.. apa iya masih bisa dinikmati?
andiii said…
Semoga aja, semua ini ga terjadi dari sekarang sampai selamanya.

Kedamaian akan selalu ada selama masih ada pemimpin yang bijaksana.

PEACE !!!!!!
gerry said…
should we wait here desperately until the world turn to abyss?

Beberapa waktu yg lalu mataku menerawang Tuhan.
"Dunia ini diciptakan untuk kamu menapak pelan"
"Dunia ini diciptakan untuk kamu mencari peran"
Lalu mengapa semua menjadi belahan?

Dimana Tuhan tidak ingin menjawab.
Vendy said…
sepertinya sih, my agony is not your ecstasy. sungguh suatu paham yang dari dulu ga ada akhirnya.
mynameisnia said…
@andii: Unjung2nya pemimpin juga. Hehehe.. thanks dah comment
@gerry: Ngga bisa nunggu juga kayaknya, tapi kita harus berbuat apa?
Anak Autis said…
makasih dah maen ke 'rumah' saya yakz? ^^

*feat. Metallica - One*
supriyadisw said…
Salam kenal! Kuliah angkatan 2006 ya. katanya baru masuk :D
mynameisnia said…
Hehehe.. angkatan 2004 kok. Udah bosen kuliah 3 taon kayaknya nih :P
larasilam said…
APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini,

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi
bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.

Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari
ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein

pertanyaan tambahan
"APAKAH TUHAN ADA?"
jangan-jangan istilah tuhan muncul cuma untuk menggambarkan segala sesuatu yang bersifat baik? atau....???
Ya jawabannya pada hati anda?

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas