Romantisme Aku dan Dia

Sebal! Sebal! Sebaaal! Aku adalah makhluk malam yang selalu sebal! Karena aku sebal ketika ia menindihku dengan kepalanya selama 10 jam setiap hari – dari malam sampai pagi. Selalu saja melebihi dari jam tidur orang normal. Sebenarnya aku sih ngga masalah kalau ia menindihku dengan kepalanya, karena itulah tujuan aku diciptakan: sebagai penyangga kepala, tapi akan menjadi sangat bermasalah bagiku kalau dia mulai melukis pulau besar di badanku dengan cairan kental yang keluar dari mulutnya.
Iiighh.. aku jijik!
Dia selalu saja begitu kalo ia benar-benar capek. Terkadang urusan kuliah menuntutnya untuk pulang malam dan mengeluarkan energi ekstra. Tapi apa dia tidak merasakan cairan dingin yang mengalir melewati pipinya? Selain itu, dia susah sekali untuk diam. Terkadang aku dijadikan guling, dihimpit dengan panas diantara kedua belah kaki. Terkadang aku ditendang sampai aku terjatuh dari tempat tidur dan terjembap diatas dinginnya lantai.
Aku bingung, terkadang ia tidur seperti orang mati. Teriakan orang diluar kamarnya, matahari yang sudah menggedor gordyn kamarnya, alarm yang suaranya memekakkan telinga tidak dapat membangunkannya. Ia hanya akan bangun kalau handphonenya sudah bersuara dan bergetar. Memang sudah seharusnya ia bangun karena handphonenya selalu ditempatkan pas di dekat telinganya. Oh ya, akan kuberi tahu sebuah rahasia, ia sering sekali menerima telepon dari teman laki-lakinya dan berbicara sampai pagi buta. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi terkadang aku dengar ia sering memberikan nasihat kepada teman bicaranya. Mungkin teman-temannya mempunyai masalah dan ia diminta untuk meminta bantuan. Ketika ia tidak bisa tidur, pasti ia menghabiskan malam dengan si komputer. Entahlah apa yang mereka lakukan. Terkadang ia mengeluarkan bunyi-bunyi aneh dari keyboardnya, mungkin ia sedang mengetik sesuatu. Ya.. dia memang sering mengetik. Ia senang membuat cerpen. Ketika ia mengetik, ia melakukan sesuatu yang pasti – yaitu membakar aromatherapy dan menyalakan lilin disamping meja belajarnya. Jujur saja, aku tidak terlalu menyukai upacara menulisnya. Terkadang wangi aromatherapy itu membuat pusing dan aku takut sekali lilin itu jatuh dan membakar kertas yang berserakan di meja belajarnya.
Kalau ia sudah merasa lelah, maka ia akan tidur seperti orang mati. Ibunya pernah membangunkannya dengan cara yang kejam, menurutku. Ibunya mengguyurnya dengan segayung air dari kamar mandi. Aku sampai basah tetapi dia masih tidak juga bangun! Ia hanya menggerutu kemudian tertidur lagi. Arghh!!
Tetapi walaupun ia sering menyiksaku dengan kegiatan-kegiatan yang ia tidak sadari ketika ia tidur, aku menyayanginya. Aku adalah "sesuatu" yang paling memahaminya lebih dari apapun. Terkadang, ketika seisi rumah ini sudah tertidur, ia menangis. Aku bisa merasakan hangatnya air mata yang merembes ke dalam busaku ketika ia memelukku. Aku menyiapkan diriku agar bisa meredam teriakkan dalam tangisnya. Pada saat itu aku bisa menghirup aroma rambutnya yang terjuntai menutupiku. Maka segalanya terdengar begitu diam. Dunia berubah menjadi kecil, hanya aku dan dia.
Ia mengganti bajuku seminggu sekali. Setiap hari minggu pagi, aku pasti dijemur dibawah matahari dan membersihkanku dengan sapu lidi. Pada saat itu semua lelahku menguap bersama matahari. Aku pun mengembang lagi.
Sekarang ia sedang menulis. Aku tahu saat ini ia sedang menulis tentangku karena telah berjanji mau memberikan hadiah atas kesetiaanku. Pada saat itu, aku dijadikan penompang kaki. Tapi tidak apa-apa. Karena aku adalah "sesuatu" yang paling memahaminya.

Comments

jek said…
sekarang bantalnya udah jadi peta apa bu?? kwewewkkwekwekwekekw
mynameisnia said…
Hehehe.. udah masup laundry. Jadi peta-nya ngga berbekas :D
Vendy said…
huhuhu... padahal dia sudah dapet surga tanpa pretensi :(( malah ngeluh :))
Avante said…
Jadi tema blog minggu ini...

"Filosofi Sebuah Bantal"

Untung bukan bantal gw, kalo iya keluhannya mungkin lebih parah, mengutip Maia Ahmad.

"Kalo dia jadi orang, mungkin dia dah bunuh aku" :D
mynameisnia said…
@Avante:ah.. korban iklan :D
itu belon diceritain lho si bantal berlumuran darah mimisan. fufufu..
bodhi said…
bantal yang malang..
tapi lebih malang lagi bantal sayah.. soalnya ga pernah ganti baju dari lahir.. huahaha
mas kres said…
wah....hebat..bantalnya bisa bicara....bisa OL n ngetik pula....wah....hebat niko'...

ternyata mba' nia punya penyakit kelebihan cairan di mulut ya...
mynameisnia said…
ah.. ndak saya doank kok, Mas Kres :D

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas