Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Obat

Rada terkejut juga ketika saya membaca obat yang berfungsi untuk meringankan gejala flu. Kenapa terkejut? Karena ternyata efek samping obat tersebut lebih parah dari gejala flu itu sendiri. Efek sampingnya adalah kerusakan hati jika dikonsumsi dalam dosis besar dan berkepanjangan, mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi, artimia ventrikel, mulut kering, palpitasi dan sulit berkemih.
Oh wew..
Hmm.. kok kayaknya (asumsi pribadi sih) obat tuh sebenarnya bukan bikin orang tambah sembuh ya.. tapi tambah sakit. Ya mungkin bagaimana caranya (saya kurang suka dengan kimia T-T) memang menyembuhkan. Tapi bagaimana kalo saya bilang selebihnya adalah sugesti?
Maksudnya begini.
Pernah lihat film yang mainnya Nicholas Cage dan Dakota Fanning (lupa judulnya)? Ceritanya Nicholas Cage itu mengalami anxiety dan punya gangguan agoraphobia (ketakukan pada tempat yang luas atau tempat umum) . Nah, ceritanya dia sama psikiaternya dikasih obat untuk menghilangkan rasa kecemasannya dan Cage yakin banget bahwa obat itu bisa mereduksi anxiety. Ternyata, ketika obatnya habis dan dokternya sedang keluar kota, ia mencoba membeli obat itu di apotek. Ternyata, apotekernya bilang bahwa itu hanya MULTIVITAMIN, bukan obat pereda anxiety.
(CMIIW, udah rada lupa filmnya)
Nah.. disitulah masuk sugesti. Dokter memberi sugesti bahwa obat itu, yang sebenarnya multivitamin, adalah obat untuk mereduksi anxiety dan Cage percaya. Ketika mengkonsumsi obat itu, anxiety Cage berkurang. Berarti, sebenarnya rasa sakit didiri orang juga dikarenakan sugesti (pemikiran2) mengenai rasa sakit itu.
Contoh konkritnya adalah ketika saya observasi di RSJ. Ceritanya ada seorang schizo yang dipukul kenceng banget sama rekannya tapi ia tidak merasakan sakit. Itu dikarenakan ia tidak merasa sakit. Contoh konkrit yang lebih kecil lagi adalah ketika kita tidak menyadari luka (misalnya jari tesayat pisau)yang ada ditubuh kita, maka luka itu tidak terasa sakit. Namun ketika kita sadar ada luka di tubuh kita, maka akan terasa sakit.
Wah.. jadi jauh juga dari obat flu sampai schizo. Huehehehe..
Waktu itu saya pernah ngomong kayak gini sama saudara saya yang dokter.
me: Ah.. itu mah karena sugesti
dia: Engga. Obat memang bisa menyembuhkan kok. Komposisi obatnya kan bla bla bla yang kontra dengan bla bla bla and so on :)
Wah, ya beda bidang. Susah toh?

Comments

  1. Anonymous6:22 PM

    Berarti kesimpulannya Efektivitas obat tergantung sugesti si penderita ya?

    Kalo obat penyakit dalem mungkin emang bener nia, tapi kalo penyakit luar kayak panu, kadas dan kurap kayaknya susah deh disembuhin pake sugesti

    makin dicuekin, makin nyebar :D

    Oh ya, sebelumnya Mohon Maaf Lahir dan Batin ya ;)

    ReplyDelete
  2. Anonymous8:12 AM

    hmm, iya, aku biasanya kalau flu / sakit kpala aku ngga minum obat aku biarin aja, bawa bobo, istirahat minum air yang banyak, kalau demam ya di kompress.

    cuman dari semua itu yang aku banyak makan tu buah, dan vit c, 10000mg kl perlu, he he he

    salam kenal yah

    ReplyDelete
  3. @avante: Kalo panu sih bukan masalah sugesti.. tapi masalah JOROK! :P

    @raffaell: Jangan 10000mg, nanti ada kristalisasi pada ginjal lho *kesambet setan dokter*
    salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  4. *senuym2 baca yg efek samping obat flu*
    iya jg ya. hehe

    ReplyDelete
  5. Sakit itu ada dua:

    1. Psikologis
    2. Fisik

    Kalo sakitnya secara fisik, ya harus diobatin pake obat...

    Contoh: Sakit gigi yang bolong...

    Ya mau gak mau obatnya harus dicabut/ditambal...pake obat, dst...

    Emang bisa cuma pake fikiran, trus giginya jadi sembuh? gak bolong lagi

    Yang Nia omongkan itu sakit yang disebabkan psikologis...the power of the mind. Ini yang dinamakan sugesti.

    Kalo sakit yang seperti ini emang gak perlu pake obat...

    Mangkanya, kalo sebuah perusahaan farmasi ngetes obat baru...dari sejumlah sample (dalam hal ini kita sebut saja 5 sample) yang diberikan itu, dikasi obat palsu alias placebo...

    Nah jika 5 pasien itu sembuh semua setelah meminum obat tersebut (padahal ada obat palsu), bisa jadi sembuhnya gara2 sugesti...

    ReplyDelete
  6. Yup.. akhirnya dapet istilah yang tepat.. Placebo. Baru ingat sayah.
    Huhuhu.. matur nuwun.

    ReplyDelete
  7. Anonymous6:12 PM

    Saya pernah kena flu. saya biarin sampe lama. akhirnya malah merembet jadi infeksi telinga. sakitnya bukan main. Habis itu, klo flu saya memilih utk segera sembuhkan dg bantuan obat.

    Tp tyt malah ndak bagus kan ya.

    ReplyDelete
  8. Anonymous6:14 PM

    Ttg Placebo Effect, dari pengalaman saya, berada dalam titik efektivitas terendah ketika kita bangun tidur, mau tidur, atau ketika sedang dalam kondisi lelah.

    Bahkan untuk bisa mensugesti diri kita juga kudu dlm kondisi fit :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba