Conversation

"Pak!"
"Ya, neng!"
"Kupat tahunya berapa?"
"Tiga ribu lima ratus."
"Hmm.. satu aja. Piringnya dari saya saja ya? Biar nunggunya ngga lama."
"Iya. Pakai pedas, neng?"
"Dikit saja, Pak. Saya lagi sakit perut."
"Tahunya kering atau setengah matang, neng?"
"Setengah matang saja, biar lembek."
"Ohh.."
"Pak.. anaknya kok dibawa-bawa, Pak?"
"Di rumah ndak ada siapa2-siapa, neng."
"Bapak rumahnya dimana?"
"Cikutra, dibelakang makam pahlawan."
"Wah.. jauh ya? Anaknya ikut jalan? Berapa umurnya?"
"Lima tahun. Anak saya ndak ngikut jalan. Kalau saya keliling kompleks, anak saya ya saya masukin ke gerobak. Biasanya dia sambil makan kerupuk."
"Lho, anaknya engga sekolah?"
"Ndak. Buat makan sehari-hari saja susah."
"Istri bapak kerja apa?"
"Buruh cuci."
"Ohhh.."
"Orang seperti saya sih susah. Pengen makan enak susah, pengen anak pinter susah."
"Jangan gitu ah."
"Tapi saya sih ndak takut miskin. Kenapa harus takut? Wong sudah miskin! Hahahah.."
"Ah.. bapak. Jangan begitu, nanti jadi doa lho."
"Iya sih. Tapi di lingkungan saya saja, satu gang miskin semua! Di Indonesia, jutaan miskin semua! Berarti yang miskin ndak saya saja. Hahaha.."
"Hehehehe. Bapak ini bisa saja. Tahu darimana Indonesia ada jutaan yang miskin?"
"Koran bekas yang dikumpulkan anak saya."
"Oh.."
"Ini, neng, kupat tahunya."
"Oh ya, Pak! Ini uangnya. Besok lewat rumah saya lagi ya!"
"Matur nuwun, neng."

[Kenyang makan kupat tahu]

Comments

koeaing! said…
Dalem itoe poen.....semogah itoe toekang koepat dapet kassie sekola diaorang poenja ana itoe poen.....saingga diaorang bole bikin franchise restaurant tahoe koepat ntaran....
raffaell said…
iya,, prihatin banget yag...
tapi kita ngga bisa nyalahkan siapa siapa juga sih, harus mulai dari diri kita sendiri,

begitu
Brother said…
Wah.........wah...........wah.Bapakku emang ndak hanya satu di indonesia, baoak-bapakku kemarin barusan rebutan uang 300rebu di kantor pos, bapak-bapakku kemarin barusan rebutan kupon zakat di masjid-masjid, sedangkan ibu ? ibu-ibuku suka ngajakin anaknya ke perempatan IAIN, ke perempatan Tugu jogja, Ke perempatan Galeria, Tamasya ? tidak !! minta-minta. titik, minta-minta.
SD dolo diriku inget bunyi pasal 33 ayat 2, "Fakir, Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara." Tapi ? kalo ga sanggup mending ga usye nyantumin aturan tertinggi macam itu. Ya ga ? penyebabnya ayat sebelonnya kagak dipatuhi.Tul? revolusi ajah.Brother
mynameisnia said…
@koeaing: Betul mbah.. belum ada restoran spesialis kupat tahu rupanya..
@brother: cuape deehh..
Vendy said…
selama ada yang kaya, pasti ada yang miskin . . . betul ?

-salam hangat ala temulawak-

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas