Musikalisasi Hidup

by - December 04, 2006

Sudah beberapa bulan belakangan ini aku memainkan lagu pop lama. Minggu kedua bulan Desember, aku ujian. Ujian piano pop terakhir dari tingkat terakhir. Ternyata tingkatan pianoku tertinggi dari semua murid sehingga guruku belum tahu prediksi oral test yang akan diberikan. Berarti aku kelinci percobaan. Trial and error. Kalau aku tidak bisa menjawab Cadd9, Caug atau Cdiminished, berarti murid yang berada dibawahku akan dicekoki chord sampai nada kesembilan.
Katanya tangga nada yang akan ditest hanya C, F dan G. Jujur, aku sangat tidak percaya. Dahulu aku bermain piano klasik. C, F, dan G adalah dasar tangga nada yang terbilang amat mudah. Aku tidak percaya, apakah mungkin tingkat terakhir hanya ditest tangga nada dasar? Kenapa tidak C melodic atau C harmonic? Kenapa tidak dimulai dari B? Kenapa tidak dimulai dari E flat sekalian? Kenapa hanya dimainkan sebanyak dua oktaf, kenapa tidak tiga?
Aku jadi bingung. Kenapa mendapat soal susah diributkan dan kenapa mendapat soal mudah tetap diributkan?
Baru saja aku latihan. Bandung mendung terus seharian. Rumah kosong karena orang rumah ada pekerjaan keluar negeri :(. Tiba-tiba aku kangen dengan lagu-lagu klasik yang jarang aku mainkan. Fur Elise dari Beethoven adalah lagu wajib untuk semua pemain klasik. Turkish March dari Mozart yang pernah aku mainkan diluar kepala tetapi karena jarang latihan, aku jadi lupa. Moonlight Sonata adalah lagu yang sudah aku pelajari berbulan-bulan tetapi belum kelar juga. Entah mengapa, begitu aku memainkan, suasana terasa megah. Mungkin karena rumah yang sepi dan suasana yang mendukung. Permainanku memburuk karena tidak pernah latihan atau mungkin malas karena aku sudah terlalu lama menunggu ujian piano klasik yang entah kapan akan dilaksanakan. Karena kurikulum yang tidak ajeg, aku dan Melissa (FYI, Melissa waktu itu masuk di acara The Scholar Metro TV lho. Huhuh, cantik, kuliahnya di ITB dan pinter main piano. Perfecto) terbengkalai selama dua tahun hanya untuk menunggu ujian! Seharusnya aku sudah lulus dari dulu.
Ya sudahlah. Sebaiknya aku mempersiapkan segalanya. Dari yang paling mudah sampai yang paling sulit sehingga soal apapun yang diberikan, aku bisa menjawab. Mudah-mudahan kalau nilaiku bagus, aku bisa menjadi guru piano atau melanjutkan ke piano jazz. Jadi, blog ini akan libur dulu. Mau focus :) Doakan agar berhasil ya?

You May Also Like

9 comments

  1. Ada berapa sih level piano itu?

    ReplyDelete
  2. hebat, mau jadi guru, keren, ternyata musik seperti bela diri yah, ada level level nya, bahkan seperti games, ahhh, aku ngga tau level berapa tingkat maen gitarku.....

    ReplyDelete
  3. saya boleh pesan Nocturne tak ?

    ReplyDelete
  4. @anung: kalo di tempat les, piano pop ada 3 kalo klasik ada 5.

    @vendy: hehehe.. siap diantar deh :D

    ReplyDelete
  5. Wah hebat, terus terang saya itu sebenarnya suka dengan piano, tetapi karena saya lahir dan besar di daerah, maka kesempatan untuk belajar itu tidak ada. Seolah-olah buat saya belajar piano itu hanya untuk orang-2 yang kaya.

    Jadinya keinginan untuk belajar itu akhirnya sirna. sayang........

    ReplyDelete
  6. Anonymous7:12 PM

    wow, pengalaman pribadi nih?

    ReplyDelete
  7. Kalo udah belajar piano jazz, guanya diajarin, ya, Ni ... =D

    ReplyDelete
  8. Hehe. Iya, kalau udah belajar ya.. hihi.

    ReplyDelete
  9. @anungnymous : kalo di les saya, Purwacaraka Music Studio, untuk piano pop sendiri ada 5 dan piano klasik kalo ngga salah ada lebih dari 8 karena sebelum masuk grade 1 harus ngelewatin prepatory A dan prepatory B dulu baru masuk ke grade 1.

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.