Putri

Putri duduk di depan cermin, melihat dirinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya yang tergerai indah, kemejanya yang rapi, celana kain pipa membentuk kakinya yang jenjang dan kuku kaki yang bersih karena ia hanya berjalan dikisaran rumah, mobil, kantor dan mall.
Hari itu ia merasa tidak cantik dan merasa begitu terasing. Cermin tidak mampu memberikan jawaban karena ia tidak tahu apa yang dirasakan majikan. Cermin berusaha memahaminya dengan merefleksi sebaik mungkin agar Putri percaya bahwa dirinya adalah perempuan tercantik yang pernah ada.
Diamnya sebuah emosi kesal dan sesal yang ia redam selama satu tahun belakangan ini membuat Putri bercermin tanpa ekspresi. Diantara kekalutan apakah ia masih mengenali dirinya, ia dapat melihat jelas genangan air di matanya. Ditahannya kuat-kuat agar tidak jatuh.
Ada yang mengusik kakinya dengan gesekan bulu-bulu halus dan hangat. Dipandangnya Putri dengan rasa senang karena majikannya datang. Berarti dia tidak sendiri di rumah minimalis yang dingin ini, pikirnya. Namun pandangan lugu sang anjing membuatnya tidak kuat untuk menahan tangis. Ia mengaduh, ia meringis, ia berteriak kemudian menangis.
"Guk!" Gonggongan kecil sang anjing sambil melompat ke pangkuan Putri. Ia mengibas-ngibaskan ekornya berharap dapat menghibur Putri. Putri mengelusnya dengan air mata yang masih menetes.
"Maaf ya.. aku lagi ngga bisa main.." Ujar Putri perlahan.
Sang anjing menatap Putri seolah ikut merasakan sedih yang sang majikan.
"Kamu itu enak.. kamu tidak pernah tahu rasanya berpisah dengan orang yang kamu sayang. Kamu juga tidak pernah tahu rasanya sendiri, terasing dan ditinggalkan." Ia mencoba menahan tangis tetapi gagal.
"Guk!" Sang anjing menjilati tangan Putri. Rasanya basah tetapi hangat.
Putri memeluk anjingnya. Sedih rasanya untuk menyadari hanya anjing yang mencintainya dan memperhatikannya tanpa syarat..

Picture

[Ketika aku ingin sendiri, aku berjalan kaki. Ketika aku merasa sendiri, aku berjalan kaki..]

Comments

Vendy said…
jadi kayak curhat . . . ato memang sedang ?
raffaell said…
Ini cerita apa curhat...
ntah kenapa dulu aku suka eskpresi seperti ini, namun sekarang aku malah berfikir untuk mendapatkan kesimpulan seperti ini harus berbelit belit.....

ntah lah...
mynameisnia said…
@vendy&raffa: um.. sekiranya ini adalah.. sebuah curhat :)
Anonymous said…
Menanti pangerankah putri ini? :)
mynameisnia said…
umm.. mungkin iya.. mungkin tidak :)
Avante said…
Sendiri ataupun tidak... aku berjalan kaki
Saat berjalan kaki... aku merasa bersyukur
Karena saat ku berjalan kaki... aku melihat lebih lama hal-hal yang hanya sekilas dilihat orang lain
Ryan said…
susye amait seyh cuman mo comment, ga jadi ah komennya udah nguap huaaaaaahhh
Anonymous said…
ah, kirain posting tentang saya.. :D

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas