Cantik Itu Sakit

Segalanya menjadi duniawi. Apa yang terlihat secara fisik akan lebih mudah diterima dibandingkan sesuatu yang bersifat absurd yang tidak dapat dilihat oleh indrawi. Terkadang teman-temanku berkata bahwa yang membuat mereka jatuh cinta dengan seseorang adalah inner beauty. Lho? Tapi inner beauty itu tidak bisa dilihat, kan? Orang-orang pasti sudah melakukan judgement pada fisik yang mereka lihat. Lha.. wong yang terlihat pertama kali oleh mata adalah wujud fisik, bukan inner beauty atau aura, karena itu tidak bisa dilihat oleh mata.
Seorang pakar kepribadian asal Indonesia pernah bilang begini, "Jangan kecil hati jika Anda tidak cantik atau tidak ganteng, sebab hanya 10 persen peranan fisik berpengaruh pada penampilan seseorang, sisanya, lebih banyak ditentukan oleh sesuatu yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti moral dan wawasan." Ah.. teori itu! Seorang sosiolog aja, Arief Budiman, pernah mengatakan bahwa perempuan (lebih) dikondisikan untuk membuat dirinya cantik. Sebaliknya, lingkungan lebih ramah kepada laki-laki. Wajahnya atau apapun yang dipakainya terkadang kurang begitu penting. Tapi aku sering melihat kenyataan ketika aku jalan di mall. Aku lebih sering lihat laki-laki jelek tapi teman perempuannya itu cantik. Berarti teorinya benar donk?
Pokoknya aku harus kurus! Kurus! Kurusss!! Kata Jeng Shanty sedot lemak saja. Kata Jeng Dewi akupuntur saja. Tapi kalau kata Jeng Nunik diet saja. Ah.. aku tidak mau diet. Kemarin aku datang ke pernikahan anak bea cukai itu. Satu minggu kemudian dia meninggal ketika honey moon di Singapura. Waw! Kabar yang aku pertama kali dapat, dia meninggal karena liver. Tapi setelah dapat penjelasan dari keluarganya, dia meninggal karena diet. Diet + capek + kena liver = meninggal. Ih.. aku tidak mau riwayat hidup aku berakhir karena diet. Lagian, aku juga tidak terlalu suka diet karena itu membutuhkan proses. Proses yang menyakitkan ketika aku melihat makanan enak di depan mata, aku tidak bisa memakannya. Aku butuh cara yang instan! Sempat aku putuskan untuk menjadi seseorang yang menderita bulimia – gangguan makan dengan cara memuntahkan makanan yang telah ia makan. Tetapi aku tidak punya keberanian untuk memasuki jariku ke dalam kerongkongan. Aku tidak tahan dengan rasa geli disekitar punduk sehingga bulu kudukku berdiri.
Akhirnya aku sedot lemak. Kenapa sedot lemak? Ada teknologi yang mampu menawarkan obat kurus tanpa mesti membatasi jatah makan atau berpayah-payah joging tiga kali seminggu, mengapa tidak? Timbunan lemak kronis dan membandel bisa diperangi dengan prosedur kedokteran bernama liposuction, mengapa tidak mencoba?
Pada saat itu, kulitku disayat kemudian dimasukkan sebuah tabung. Tabung ini kemudian digerakkan maju mundur pada jaringan lemak bawah kulit. Gerakan ini membuat lapisan lemak terpecah-pecah. Keping-keping lemak ini kemudian disedot keluar tubuh dengan mesin penyedot atau jarum berukuran besar. Cukup mengerikan dan menyakitkan bukan? Terkadang aku berharap lintah menyedot lemak, bukan darah. Ah.. lagipula kenapa aku harus takut? Tidak ada orang yang mati karena sedot lemak. Kalau pun iya, aku yang pertama. Menjadi sebuah sejarah sinting dalam bidang kedokteran atau dalam bidang obsesi seseorang untuk terlihat cantik.
Pokoknya hidungku harus mancung! Mancung! Mancung!! Kata orang hidungku itu kayak jambu monyet. Malah sepertinya jambu monyet itu lebih baik. Terkadang mereka bilang hidungku seperti tadah air hujan! Aku dikenalkan dengan dokter Bayu. Seorang ahli operasi plastik yang sering kali menangani artis-artis. Aku pikir dr. Bayu mengoperasi sendiri hidungnya. Hidungnya begitu bagus dan proporsional dengan bentuk wajahnya. Ini juga menjadi ciri khas jika orang-orang mengoperasi hidung mereka di dr. Bayu, hidung mereka terlihat sama!
Akhirnya aku menjalani operasi plastik yang lebih dikenal dengan rhinoplasty yang MENYAKITKAN karena anestesi yang diberikan dua kali lipat dari dosis orang normal masih tidak mampu membuatku tertidur sampai operasi selesai. Aku sadarkan diri ditengah jalannya operasi sehingga aku rasakan sakit dan hidung disayat, dikorek-korek, ditusuk-tusuk, dan lainnya. Karena sakit yang tidak tertahankan, aku berdoa kepada Tuhan agar aku ditidurkan kembali. Akhirnya aku tertidur.
Ketika aku bangun, beruntung aku dikenalkan kepada dr. Bayu. Ia melakukan sayatan dari dalam lubang hidung sehingga luka operasinya tidak terlihat dari luar. Lama operasi sekitar 2-3 jam. Beberapa lama setelah operasi hidung, hidungku membengkak dua kali lipat dari ukuran semula ditambah warna yang kemerahan. Kalau hidungku gatal, aku tidak boleh menggaruk hidungku. Mungkin bisa penyok? Kalau aku pilek, aku tidak boleh membersihkannya dengan tissue – seperti yang biasa aku lakukan. Mungkin bisa merubah bentuk? Kenapa sekalian hidungku tidak boleh kena panas? Agar tidak memuai atau meleleh sekalian??
Pokoknya payudaraku harus naik! Naik! Naikkk! Umur membuatnya semakin turun dan melayu. Terlintas pada pemikiranku untuk menyuntikkan silikon seperti Christina Aguilera atau Mariah Carey. Tetapi berita Pamela Anderson yang dilarang untuk naik pesawat pada ketinggian tertentu karena dapat menyebabkan silikon akan mengembang (dan pecah?), cukup membuatku ngeri. Pada akhirnya aku harus memakai push bra untuk membuatnya terlihat kencang dan naik. Aku membelinya dengan harga yang cukup mahal. Aku memakainya setiap hari sampai kawatnya keluar dari bra dan menusuk payudara. Beruntung payudara tidak berisi gas helium atau sulfursianida. Itu gila!! Para laki-laki dikantorku mengagumi bagian dadaku tanpa tahu aku kesakitan dengan kawat yang menusuk-nusuk dibalik blouse putih yang sedikit menerawang.
Pokoknya aku harus putih! Putih! Putihhh! Kalau tidak putih berarti tidak cantik. Ngga percaya? Lihat deh sinetron-sinetron di tv. Semuanya berkulit putih. Sehingga menunjukkan rasialis kepada kaum pembawa gen sawo matang – bahkan biji sawo matang. Hey.. itu membuktikan diskriminasi warna kulit masih ada. Aku memutuskan untuk melakukan suntik putih. Sesuai dengan referensi teman-temanku, mereka bilang sebaiknya aku suntik vitamin C. Kata dokter langganan mereka, tampilan kulit akan menjadi lebih cerah, bahkan lebih putih setelah lima kali suntik vitamin C. Hal ini dikarenakan vitamin C menghambat pembentukan pigmen pada kulit.
Untuk yang kesekian kalinya akhirnya aku suntik putih sehingga aku pada puncak bahwa aku didiagnosa kena batu ginjal. Dokterku bilang pengunaan vitamin C yang terlalu sering dapat memungkinkan adanya kristalisasi sehingga terbentuknya batu ginjal. Dokter berkata bahwa asupan vitamin C dengan buah jeruk yang dikonsumsi setiap hari itu sudah cukup. Ia juga menyarankan sebaiknya menggunakan produk kosmetika dengan vitamin C yang diaplikasikan langsung ke wajah, bukan disuntikkan ke dalam tubuh. Lho.. tapi untuk apa? Toh sekarang aku sudah sakit!
Pokoknya kakiku harus jenjang! Jenjang! Jenjangg!! Tergoda aku untuk membeli stilleto melalui internet. Stilleto yang pertama kali dibuat oleh Steven Illeto ini sangat menggugah diriku untuk menggesek kartu kreditku. Tetapi keuanganku sedang morat marit karena permak tubuh disana-sini. Aku memutuskan membeli sepatu buatan Indonesia yang harganya terjangkau dengan kondisi kantongku yang sudah pas-pasan. Akhirnya aku membeli sepatu hak yang tingginya 7 cm. Sekarang aku terlihat 7 cm lebih tinggi dan aku tidak malu berjalan dengan laki-laki tinggi. Aku tidak peduli walaupun kakiku lecet hingga kulitnya terkelupas dan berdarah karena memakai sepatu murah. Terkadang aku menambahkan dengan tensoplast berwarna mendekati kulit sebagai bantalan agar kulit tidak tergesek oleh sepatu. Kini laki-laki itu bilang bahwa kakiku lebih terlihat jenjang dan sexy. Bokong pun terlihat lebih naik dan kencang. Sexy! Sexy! Sexxyy!!
Masih banyak lagi yang ingin aku lakukan. Mungkin suatu saat aku akan menjalani breast implant, liposuction di dagu karena daguku berlipat – karena liposuction yang telah aku jalani hanya daerah paha atas dan lengan atas – itu juga karena lengan atasku sering disamakan dengan tukang pukul daging. Mungkin aku juga akan menjalani LASIK (Laser in-situ Keratomileusis) agar mataku yang minus menjadi normal, karena kacamata membuatku terlihat seperti kutu buku. Atau bahkan operasi pemotongan rahang karena rahangku berbentuk kotak seperti laki-laki, aku ingin lebih ouval dan aku akan melakukan pembuangan buccal fat atau kantong lemak kecil di pipi.Mungkin rencana-rencana itu akan aku lakukan setelah aku memulihkan keadaan kantongku. Perkiraan budget untuk operasi-operasi itu.. mungkin sekitar 150 juta? Karena aku akan melakukannya di luar negeri. Bohong jika aku berkata bahwa aku tidak merasakan sakit pasca operasi, tapi hasilnya pun sesuai dengan rasa sakit yang aku alami. Aku akan lebih mudah mendapat pekerjaan – aku teringat kalau aku pernah tidak diterima disuatu perusahaan karena fisik. Aku akan lebih mudah mendapatkan laki-laki – aku juga teringat kalau aku pernah ditinggalkan laki-laki karena masalah fisik. Dan aku akan lebih mudah diterima oleh masyarakat – karena aku teringat bahwa masyarakat begitu duniawi.
Tetapi sejauh apapun aku menyakiti diri sendiri untuk menjadi cantik, aku masih harus berusaha untuk mempunyai kecerdasan dan kepribadian yang menarik. Mungkin benar, cantik bisa hilang dimakan waktu sedangkan kecerdasan dan kepribadian tidak. Ah.. beruntung sekali bagi mereka yang memiliki ketiganya, tapi jarang sekali orang mendapatkannya.

[Saya mendapatkan 91 poin untuk tulisan ini. Semoga berkenan]

Comments

Raffaell said…
Tulisanya memang bagus bener, semoga para wanita sadar yak, berarti yang nulis juga lebih nyadar, he he he, kadang menurutku orang yang cantik itu cuman bisa di nikmati sesaat aja...begitulah.
anak autis said…
be healthy.. dan dapatkan cantik sebagai bonusnya! ;)

cantik memang menyakitkan kok bu, but the good news is that ga ada yg mengharuskan kita untuk cantik. betoel ?
macangadungan said…
kyanya..menjadi cantik sama aja kya pgn menjadi pinter..hrs berusaha keras untuk ngedapetinnya..

tp emang hasilnya lbh awet yg menjadi pinter itu..

puyeng...smua cwe kan pst pgn jadi cantik yah..seengganya di depan cwo yg dia suka..emang itu hal yg salah ya?
Avante_Ray said…
Untuk apa kau cantik bila ku masih bisa tersenyum menatap wajahmu

Untuk apa kau cantik bila ku masih memimpikan wajahmu dalam tidurku

Untuk apa kau cantik bila ku enggan berpisah darimu

*sukses jadi cerpenis atau essais nya*
penghapus_hitam said…
Kayak temen gw, yang tadinya mau beli sebuah kosmetika pemutih kulit,,tadi nya mau nitip ke temen 1 kampusnya..tapi ternyata mengandung sebuah merkuri... *inspiring 'eh ?
Anonymous said…
will do good in the field of rhinoplasty.As shaping or reshaping up of nose will add different and better look to the face.This will definitely improve one's look with well suited nose structure .

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas