Nafas


Nafas adalah inti kehidupan. Ketika seseorang bernafas, ia menyatu dengan semesta. Mengikuti pergerakan roda dunia. Degup jantungnya berirama. Membentuk suatu jaringan dengan alam dan manusia. Nafas.
Dahulu ia pernah asma, namun ditahan oleh abon ular. Belasan tahun setelah itu ia bernafas lega, tanpa pernah tahu rasanya hampir mati tercekik. Hari ini ia bernafas, namun sulit. Udara enggan masuk sampai dasar paru-paru sehingga harus dibantu oleh tarikan nafas melalui mulut. Rusuk mengembang, diafragma naik. Detak jantung berdegup, pertanda ia masih hidup. Baru kali ini ia nafas di gelombang betha, diatas alter conscious dalam keadaan sadar. Kata dokter, tidak ada gangguan. Masalah psikologis erat kaitannya dengan penyakit kulit atau sesak nafas. Mungkin sebaiknya kamu menemui ahlinya, katanya. Untuk apa? Dosen di kampusnya adalah para ahli!
Sebaiknya ia merawat diri, menganalisis kasar apa yang terjadi. Semoga bisa bernafas dengan baik lagi.

[Manusia hanya mengucap syukur ketika ia mendapat nikmat yang besar. Padahal, nikmat kecil seperti bernafas, itu sangat berarti ketika menyadari kalau kamu tidak bisa bernafas.]

Comments

Raffaell said…
Iyah, kadang aku suka sebal dengan asma ini, karna tiap berantem pacarku pasti engap engapan asmanya, jadi masalah di pending...

ARRGGHH!!!
mynameisnia said…
Dijadiin senjata itu mah.. terberkati yang asma. Heheheh..
Vendy said…
atasi hal yang besar dengan tenang
atasi hal yang kecil dengan serius

*bener kaga yah ?*

btw, boleh japri tak ?
mynameisnia said…
eh? Japri? Apaan tuh?

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas