Ratty

Villa ibu merusak rumah Ratty. Semak-semaknya di pangkas habis, pohon besarnya dipotong, sari-sari makanannya hanyut dibawa banjir karena tidak ada akar untuk menahan air. Villa ibu merusak rumah Ratty. Gorong-gorong sudah dibersihkan, lubang di tanah sudah ditutup oleh semen, tidak ada sampah hanya marmer dingin.
Villa seperti ibu merusak spesies seperti Ratty. Mereka tergusur, berlarian menuju jalan raya, digeleng mobil sehingga hanya ada jejak tikus garing. Untung mereka tidak dijadikan dendeng oleh para pekerja yang membangun villa ibu. Untung bulu mereka tidak dijadikan karpet berbulu imitasi yang disimpan di ruang keluarga rumah ibu. Untung mereka tidak dijadikan bakso tikus oleh masyarakat yang berada disekitar villa ibu karena mereka terlalu miskin untuk membeli daging, mereka terlalu bodoh untuk dibeli tanahnya dengan harga murah dan didirikan rumah kokoh seperti villa ibu.
Ratty hanya tikus tanah yang mencari makan di got dan tidur di dalam tanah untuk melestarikan spesiesnya. Ratty tidak menggigit. Ia tidak berdecit. Ia tidak mencicit. Ratty hanya tikus tanah yang rumahnya dikorbankan untuk membangun villa ibu.
Villa ibu merusak rumah Ratty. Sebaiknya Ratty menggerogoti kasur ibu dan tinggal di dalamnya.

[Untuk para pembangun villa yang membabat habis alam dan sekitarnya. Kenapa kamu harus mengorbankan spesies seperti Ratty dan lainnya??]

Comments

Raffaell said…
Mang ratty tu harus di lestarikan yah ? wah ratty menurutku hewan yang cukup tangguh, bisa idup dimana aja kok
mynameisnia said…
Maksudnya ini satire dan bukan masalah Ratty-nya sih. Maksudnya makhluk2 yang dulu hidup sebelum dijadikan villa. Akar dan hewan.

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas