Posts

Showing posts from April, 2007

Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Anglerfish

Roo dilempar dari kapal oleh ketiga orang yang tidak ia kenal. Jangkar melilit kuat di kakinya, membawanya masuk tanpa bisa melawan. Roo tenggelam ke samudra yang dalam. Menggapai-gapai garis vertikal antara laut dan langit tidak tersampaikan. Roo takut sekali, ia hanya melihat hitam. Siluet putih mengitari Roo dan berbisik, "Anglerfish sebentar lagi datang mencabik". Laut mendadak hening, ikan-ikan kecil berenang melesat menjauhi Roo. Anglerfish datang, secepat Roo ditenggelamkan. Si monster laut berlumut itu mengintai gerak gerik Roo. Matanya senang melihat Roo yang ketakutan. Giginya tidak banyak namun siap untuk memutuskan urat-urat kehidupan Roo disekitar leher, atau bisa menyakiti perlahan di daerah yang banyak daging agar Roo bisa merasakan sensasi sakit yang luar biasa. Agar Anglerfish bisa mencium aroma darah encer yang bersatu dengan air laut dimana ia hidup. Agar Roo dijadikan makan malam untuk ikan-ikan kecil yang bersembunyi dibalik karang namun ikut terta

Huruf A dan N

Image
Keyboard mengeluh padaku. Huruf A dan N-nya menghilang! Sekarang hanya ada tuts hitam yang kosong, seperti kutil. Keyboard tidak henti-hentinya berkata, "Kamu itu keterlaluan! Kamu itu terlalu narsis! Kamu terlalu banyak menulis namanya kamu! nia.. Nia.. NIA! Kamu terlalu banyak menulis huruf N! Nia, niawmiaw, mynameisnia dan nama panggilan lainnya. Bahkan kamu menghabiskan belasan huruf N dan A untuk password. Kamu itu terlalu banyak menulis huruf, bukan angka. Persediaan angka masih berlimpah." Lalu aku berkata, "Aku tidak narsis. Aku hanya banyak menulis nano, anonim, anomali, anomie, anorexia, anova dan A-N lainnya! Aku tidak menulis angka karena aku mempelajari sosial, bukan pelajaran ilmiah." Ia berkata, "Apakah kamu tahu? Akibat perbuatan kamu, aku harus mengubek-ubek recylce bin untuk mencari persediaan angka N dan A." "Jadi aku harus menulis N14? N14WM14W? 53P3RT1 1N1? 4P4K4H 53P3RT1 1N1, K4W4N K3Y80ARD? J4D1 4KU H4RU5 53P3RT1 1N1 UNTUK M3M8

Nikah Muda?

Image
Apa yang kamu pikirkan? Saya hanya tidak habis pikir. Sudah jengah melihat buku tentang nikah muda. Sudah bosan memegang undangan seminar atau talkshow tentang nikah muda. Tak habis berpikir bahwa hidup bukan hanya tentang nikah muda. Memang benar manusia memerlukan regenerasi spesiesnya dengan cara reproduksi, tapi bukan menjadikan diri pabrik anak dan susu. Punya anak lebih dari lima karena tidak memakai KB dengan alasan tidak boleh menolak rejeki tetapi tidak sesuai dengan kemampuan.. buat apa? Kalau ujung-ujungnya hanya berada di balik dapur, untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Untuk apa saya meneruskan S1 apalagi sampai S2 kalau ternyata saya bisa sekolah sampai SMP/SMA kemudian menikah muda? Dilingkungan kampus saya yang begitu religius, mereka yang berusia sembilan belas atau dua puluh tahun dan belum juga menikah, mulai merasa diri sebagai perawan tua. Tergiur sekali jika melihat temannya memberikan undangan pernikahan. Ada yang menikah dengan laki-laki yang sudah mapan, ada juga

Aneh?

Image
x: aahh.. btw primary poto fs nya bagus mbak.. niawmiaw: weks, yang mana? niawmiaw: yang berdarah2? x: yang tangan kepotong? x: haha, bkin org bertanya2.. niawmiaw: kaga kepotong.. berdarah doang x: captionnya begetu pula, kesannya situ punya anak ama cowo trus cowonya kabur dan situ mau bunuh diri.. =)) niawmiaw: berarti itu pesan berhasil poen.. niawmiaw: bahkan sampe dosen gw nanya, "nia.. kamu udah menikah?" x: keren ya dosen skarang bkin2 fs, cckk.. x: trus knp begtu captionnya? niawmiaw: gk sih, iseng2 aja niawmiaw: itu tuh sebenernya keiris pisau cukur niawmiaw: kalopun gw jelasin pisau cukur, paling gw jelasin buat nyukur kumis atau jenggot niawmiaw: serba salah x: haha, bner2 obfuscating yak..

Sahabat (tetapi) laki-laki?

Saya punya sahabat laki-laki dari saya smp. Berarti hubungan kami sudah delapan tahun, lebih lama dari pacaran manapun. Kami pernah lost contact selama beberapa tahun tapi nyambung lagi. Ia orang yang saya andalkan dan saya hubungi ketika saya hilang kendali dan merasa terasing pada situasi emergency. Ia orang yang ada ketika saya putus dan menangis di telepon. Ia orang yang ada ketika saya membutuhkan pertolongan. Ia dengan baik sekali mau mengantarkan pulang dari acara kampus sampai larut malam sedangkan ia bela-bela kuliah dulu. Dan segalanya timbal balik. Ia meminta antar belanja ini itu sampai tersasar di kota sendiri. Bodoh. Siapa lagi yang bisa saya andalkan kalau pacar dan teman-teman lainnya ada di luar kota? Manusia memang tidak sempurna, ia punya kekurangan. Terkadang kata-kata yang menyakitkan dilontarkan kalau ia sedang kesal. Bukan kata-kata kasar, tapi menyakitkan! Terkadang ia tidak peduli dengan masalah saya dan seenaknya bilang, "Ooo.. ya itu sih urusan lo."

Nulis

Image
Nulis! Nulis! Nulis! Rasanya aku sudah mulai frustasi ketika aku memikirkan untuk menulis. Padahal dulu aku senang sekali ketika aku menulis. Reaksi katarsis untuk mengeluarkan itu baik, tapi sekarang aku tidak peduli. Tidak ada ide, tidak ada kata-kata yang baru, tidak ada klimaks yang menegangkan, tidak ada tokoh yang bisa aku ceritakan. Semuanya terlalu biasa dan tidak ada yang menyukainya. Pernah ikut beberapa lomba dan semuanya aku tidak menang! See.. tulisan aku jelek! Tidak berkembang, maju ke belakang. Overuse sophisticated of words tidak akan membawaku ke dunia penerbit. Menyangka aku membuntuti jejak kakinya Dee padahal aku terinspirasi oleh Fyodor Dostoyevsky. Lebih baik memilih untuk membuat karya kontemporer atau hanya untuk dikonsumsi pribadi. Aku iri dengannya. Ia begitu tua tapi produktif. Aku si muda, tidak bisa menulis lebih dari dua ratus lima puluh kata. Tidak tekun, tidak rajin, tidak ada usaha. Siapa yang peduli? Bahkan aku tidak bisa membedakan kata sambung, &