Anglerfish


Roo dilempar dari kapal oleh ketiga orang yang tidak ia kenal. Jangkar melilit kuat di kakinya, membawanya masuk tanpa bisa melawan. Roo tenggelam ke samudra yang dalam. Menggapai-gapai garis vertikal antara laut dan langit tidak tersampaikan.

Roo takut sekali, ia hanya melihat hitam. Siluet putih mengitari Roo dan berbisik, "Anglerfish sebentar lagi datang mencabik". Laut mendadak hening, ikan-ikan kecil berenang melesat menjauhi Roo. Anglerfish datang, secepat Roo ditenggelamkan.

Si monster laut berlumut itu mengintai gerak gerik Roo. Matanya senang melihat Roo yang ketakutan. Giginya tidak banyak namun siap untuk memutuskan urat-urat kehidupan Roo disekitar leher, atau bisa menyakiti perlahan di daerah yang banyak daging agar Roo bisa merasakan sensasi sakit yang luar biasa. Agar Anglerfish bisa mencium aroma darah encer yang bersatu dengan air laut dimana ia hidup. Agar Roo dijadikan makan malam untuk ikan-ikan kecil yang bersembunyi dibalik karang namun ikut tertawa, seolah Roo pemain utama konser kematian dasar samudera.

Anglerfish sudah tidak kuat, ia mengigit daerah lambung. Anglerfish berkompetisi kuat dengan jangkar yang menarik mangsanya hingga dasar. Anglerfish tidak mau tersedot ke jurang laut. Seketika dalam radius beberapa kilometer, laut berubah merah. Ikan kecil bersorak sorai dalam diam. Mereka harus menunggu Anglerfish menyisakan daging-daging kecil yang terburai. Roo teriak, kehidupannya habis dengan satu gelembung udara yang meluncur jauh ke atas menunju permukaan. Anglerfish mencabik sampai Roo sudah tidak bisa merasakan lagi rasa sakit. Kematian Roo sebagai makanan untuk menghidupi spesies lain terutama Anglerfish, patut dihargai.

[Tidak terlalu kejam, kan?]

Comments

Raffaell said…
Anglerfish, aku baru tau spesies ini, sadis kalo roo nya itu orang, kl roo nya itu binatan ya byasa aja
macangadungan said…
wah..iya jg ya...bisa aja roo bkn manusia..
selalu terkagum2 saat membuka blognya nia...
aku link ya blognya,tp konfirm dlu,aku ga bkal ngelink blog kmu klo belum ada ijin dr kmu.tenkyu.
Anonymous said…
Roo itu manusia.

_nia_males_login_

Popular posts from this blog

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Hi, Mucocele

Pasang IUD di Puskesmas