Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Prasangka

Pukul enam pada waktu Melbourne aku sudah berada di toko sepatu. Aku pindahkan semua sepatu dari kontainer lalu aku tata rapi di rak toko. Seorang bapak-bapak dengan gaya necis menghampiriku. Ia menyilangkan tangan di dadanya. Ia mengobservasi segala yang ada di toko kemudian menyapaku. Hanya dengan cara pandangnya, aku tahu ia memandang rendahku.
"Dari Indonesia?" Ia bertanya.
"Iya." Jawabku sambil tersenyum kemudian melanjutkan menata sepatu.
"Dari Indramayu ya??"
"Oh.. bukan. Saya dari Bandung," jawabku sambil tersenyum kecut.
"Sudah lama kerja disini?"
"Baru tiga bulan."
"Disini sama keluarga?"
"Oh.. saya masih single."
"Sekarang tinggal dimana?"
"Flat, Pak."
"Memangnya cukup kerja disini untuk bayar flat?" Ia bertanya dengan sinis.
"Oh, saya kerja disini buat jalan-jalan dan uang saku saja."
"Oh.." Tanggapnya singkat.
Walaupun aku tidak memperhatikannya, aku bisa melihatnya dari ujung mataku bahwa ia sedang memperhatikanku. Ia melihatku dari atas sampai bawah, mengawasi setiap gerak gerik. Aku pasti terlihat begitu lusuh di matanya. Kulitku yang hitam, badanku yang gemuk, mukaku yang berminyak, hanya memakai kaos dan sendal. Aku pasti terlihat amat sangat kumal.
Tanpa aku sadari, seorang anak laki-lakinya datang.
"Ini anak saya, kuliah di Dickens University." Ujar bapak itu memperkenalkan anaknya.
Aku mengangguk. Biasanya orang Indonesia yang kuliah atas biaya sendiri berkuliah di Dickens University. Gaya necisnya membuktikan benar bahwa ia orang mampu.
"Ia pekerja dari Indonesia, dari Bandung. Semula ayah pikir ia dari Indramayu."
Si anak sedikit kaget dengan apa yang diucapkan bapaknya. Kemudian berbicara pelan kepada bapaknya namun bisa aku mendengar, "Ayah pikir ia dari Indramayu yang gudangnya para TKI?? Yah, tidak ada TKI yang bekerja di Australia! Ia pasti mahasiswa."
Aku bisa melihat rona muka bapak yang kaget dan sedikit memerah.
"Adek mahasiswa juga?" Tanyanya kini lebih lembut.
Aku mengangguk.
"Dimana?"
"University of Melbourne."
"Woooohh!!" Si anak berdecak kagum. Kemudian ia berbisik kepada bapaknya. Bapaknya mendengarkan sambil mengangguk.
"Biaya sendiri?"
"Bukan, beasiswa."
"Oh.. PNS?"
"Iya."
"Pantas saja. PNS memang mudah mendapatkan beasiswa. Apalagi perempuan memang diprioritaskan." Ia tidak mau kalah.
"Oh, kalau begitu saya beruntung kalau saya perempuan. Artinya saya diberangkatkan. Bapak, yang laki-laki, tidak dapat beasiswa, kan?"
Ia tersenyum kecut. Menelan prasangka yang diagungkannya.

Comments

  1. Anonymous9:10 PM

    Ini tentang apa ? kamu ?

    ReplyDelete
  2. Owh, bukan. Ini pengalaman dosen.

    ReplyDelete
  3. Anonymous12:59 PM

    wuihhh tuh bapak sombong amat yaakk

    ReplyDelete
  4. Anonymous11:28 PM

    kaloe koweorang ktemoe itoe oknuum poen maoe kowe apain non? kowe bakar sahadja itoe poen...

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba