Teh Hitam

by - June 13, 2007

Jika pada saat itu aku memasangkan kopi hitam dengan pisang goreng, maka sekarang aku memasangkan teh hitam dengan Chicken Pizza Dina. Sebuah french bagguette ditaburi potongan ayam, keju dan saus spesial. Jika saat itu aku meminum di warung kopi, maka sekarang aku meminum di villa kawasan Puncak dengan hamparan permadani hijau sepanjang mata.

Satu tea pot teh hitam di depan mata menyuruhku untuk segera menikmatinya. Aku minum sebuah minuman yang mengalami proses paling panjang karena dauh teh dibiarkan beroksidasi secara komplit. Aku minum sebuah minuman yang terbuat dari rendaman daun, pucuk atau ranting dari tanaman teh dalam air panas sekali seduh selama beberapa menit. Oksidasi, pemanasan, pengeringan, tambahan tanaman herbal, bunga-bungaan, rempah-rempahan atau buah-buahan teracik sempurna dalam white tea, green tea, red tea, oolong dan lainnya.

Teh lebih dari sebuah seni. Meminum teh adalah sebuah jalan hidup menuju kesehatan. Ia adalah sebuah sistem yang tidak otoriter. Seberapa kental dirinya, ia tetap lembut. Ia membantu penyembuhan kanker, diabetes, liver bahkan menurunkan berat badan. Tidak ada kafein yang memompa paksa jantung, hanya mual temporer jika diminum dalam keadaan perut yang masih kosong.

Jika ingin manis, bisa dicampur dengan gula jawa, lemon atau madu.

[I`m a teaddict]

You May Also Like

2 comments

  1. Teh hitam, bapakku kerja di pabrik teh, teh hitam pula, enak kalau baru keluar dari pabrik, aromanya kental...

    ReplyDelete
  2. teh hitam cukup membantu di saat mumet :))

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.