Kapan terakhir ke kebun binatang?

by - October 20, 2007

Kemarin ini saya melakukan silahturahmi rutin dengan keluarga yang ada di kebun binatang. Heheh, engga deng. Kebun binatang Bandung letaknya di jalan Taman Sari. Di sebelah tong sampah, di depan ITB. Karena sekarang musim liburan, saya rasa ngga ada salahnya berkunjung ke kebun binatang daripada FO atau mall.

Terakhir saya ke kebun binatang mungkin SD. Pikiran terakhir tentang kebun binatang mungkin beberapa bulan yang lalu karena ketika latihan menulis, tutor saya bilang, "Coba sekarang kamu tulis kalau kamu pergi ke kebun binatang, tapi semua binatangnya hilang."

Ide gila menghasilkan tulisan yang gila. Kalau mau saya post, jadinya kepanjangan. Sedikit susah terbayang ketika latihan menulis pada saat itu karena bayangan saya tentang kebun binatang sudah karatan. Yang saya ingat hanya gajah karena satu-satunya binatang yang pernah saya naiki ya gajah (karena kalau mau naik harimau, burung beo atau kancil tidak diperbolehkan. Keberatan!)

Baiklah, berikut ini beberapa binatang yang ada di kebun binatang.

Binatang pertama adalah: Banteng


Banteng sangat terkenal di kalangan produsen minuman penambah tenaga. Entah apanya yang dipakai. Mungkin liurnya, mungkin juga pipisnya. Tapi kandang banteng itu paling jorok. Saya jadi membayangkan kalau residunya dijadikan pupuk kandang, pasti banyak banget.

Binatang kedua adalah: Burung


Burung di kebun binatang banyak banget. Selain itu mereka berterbangan, saya jadi susah fotonya. Yang paling menarik adalah burung hantu karena saya jarang melihat burung hantu. Ketika saya mau foto mereka, mata mereka ngga pernah lepas dari saya. Look at this picture. So you can see how those eyes staring at me.


Binatang ketiga adalah: Rusa


Pertama kali yang terlintas ketika melihat rusa adalah kasihan. Kenapa? Karena kalau kamu nonton Discovery Channel atau National Geographic, biasanya kamu akan melihat rusa yang dikejar-kejar oleh singa atau predator lainnya. Binatang cantik yang selalu jadi korban. Bahkan mitos tanduk yang kesangkut di ranting pohon lalu diburu binatang buas begitu menyedihkan. Poor deer :(

Binatang keempat: Kuda

What more can I say? It`s a horse. Binatang yang banyak berseliweran di Lapangan Gasibu pada hari minggu pagi. Ditunggai anak kecil yang rewel sebanyak tiga kali putaran taman untuk lansia. Lebih menyedihkan dari rusa.

Anyway, saya terkagum-kagum dengan tenaga kuda. Mereka menarik kereta orang, ditunggangi orang, dijadikan kendaraan sebanyak puluhan kilo meter. Selain itu, sepakkan kakinya bisa membunuh orang. Waktu kuda ini dikasih makan rumput, mereka saling berebut. Salah satu diantara mereka menyepak temannya. Kuat banget! (Mungkin itu kenapa obat kuat dianalogikan tenaga kuda kali ya? Hii.. serem.)

Binatang kelima, our brother and sister in Darwin`s law: Monyet

Beruk. Beruk, dalam bahasa Sunda, adalah singkatan dari Beungeut Ruksak :D Engga tau deh, emang ni monyet mukanya monyet banget. Di balik jeruji, rasanya seperti tawanan korupsi yang lagi nunggu diadili. JELEK!


That booty can do anything: untuk menarik para jantan, duduk tanpa lelah atau pegal di bagian bokong, atau identitas yang sangat jelas untuk melihat bahwa mereka satu ras. Entahlah, bagi dia ini tuh anugrah atau malapetaka. Masih misteri Illahi.



Yang ini monyet Jepang. Apa ini perasaan saya ya, tapi kamu lihat ngga kalau mata mereka mirip dengan orang-orang di negara asalnya? Terus mukanya kuyu dan lesu, tipe kebanyakan kerja dan orientasi pada duit. Ow iya, jangan lupa itu anaknya. Anaknya lincah banget. How cute!


Tiba-tiba saya inget dengan Eno Lerian, kalau engga salah dia punya Siamang apa Wau Wau ya? Siamang ini galak banget. Ngeliat monyet di sebelahnya lagi duaan, dia gedor-gedor kawat. Mungkin jealous, mungkin pengen, mungkin juga ngiri, karena dia satu-satunya monyet yang ngga dipasangin sama betinanya. Udah gitu, dia gelayutan kesana kesini. Betul-betul perilaku monyet.

Binatang keenam: Ular

Paling ngga bisa disayang. Paling punya racun yang mematikan. Predator. Melilit. Menelusup. Mendesis. Menelan mangsanya bulat-bulat. Binatang yang jika masuk mimpi dianalogikan kalau jodoh kita sebentar lagi datang. FYI, dalam psikologi pun, ular dianalogikan dengan alat kelamin pria. Binatang yang eksotis.

Binatang ketujuh: Macan dan Singa

Kurang greget sebenernya, karena macannya lagi pada tidur. Mungkin karena waktu itu cuacanya mau hujan, momen yang pas untuk tidur siang. Saya pikir, menjadi dokter hewan adalah pekerjaan yang menyenangkan jika ia berurusan dengan mamalia (karena saya tidak suka reptil dan amphibi) karena sembari mengobati, ia bisa mengelus kucing besar ini. Dulu saya juga punya cita-cita untuk bekerja di suaka margasatwa di Ujung Kulon (dan juga bekerja di lembaga seperti Green Peace) tapi apa daya, otak hanya sampai psikologi. By the way, gimana ya caranya mengobati macan dan singa? Apa mereka dibius dulu?

Binatang kedelapan: Unknown

Ini apa ya? Landak gitu? Well, apapun jenisnya, yang paling kanan ini galak banget. Dia ngga mau share makanannya.

Yah, itu deh perjalanan saya ke kebun binatang. Sebenarnya masih banyak, tapi masa iya mau di-post semua fotonya. Kenapa ngga kamu saja yang ke kebun binatang? Ini bisa menambah perasaan care terhadap lingkungan lho. Bagi yang sudah punya anak, sebaiknya anak sedari kecil dibawa ke kebun binatang untuk diperkenalkan binatang dan jenis-jenisnya. Diajari bagaimana mencintai binatang dengan cara melestarikan agar mereka tidak punah. Tapi untuk hal yang sederhana, bisa diajari rasa kasih sayang dalam bentuk tidak melempar makanan yang tidak seharusnya dimakan binatang itu dan tidak memukul-mukul jeruji besi dengan tujuan membangunkan paksa. Agar mereka tidak tumbuh menjadi orang-orang yang memburu kulit atau gading kemudian dijadikan mantel bulu atau aksesoris. Binatang-binatang ini seharusnya tidak hidup dalam kandang. Tapi jika manusia lebih jahat dari makhluk yang ada dibawahnya, satu-satunya tempat yang aman hanyalah kebun binatang.

You May Also Like

3 comments

  1. anjrit, itu pantat monyetnya merah bener, hahaha...

    ReplyDelete
  2. yang terakhir tu namanya binturong (sejenis musang)

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.