Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Ironi

Kemarin saya masuk kelas filsafat. Saya dan teman-teman saya bahas mengenai tokoh-tokoh filsafat. Tapi ada bahasan yang lucu, mengenai teman-teman saya yang membahas Heidegger dan Jaspers.
Jaspers mengemukakan mengenai 'kesejatian'. Intinya kita memang makhluk sosial dan kita berinteraksi dengan orang lain, tapi jangan sampai hilang kesejatian. Jangan ketika orang lain mengatakan A, kita ikut mengatakan A tanpa tahu artinya. Dan inilah krisis yang dialami manusia zaman sekarang ini.
Lalu Heidegger mengemukakan 'terlarut dalam kehidupan sehari-hari'. Intinya manusia jika terlarut dalam keseharian akan lupa dengan 'keberadaan dirinya' (dasein). Heidegger bilang kalau kita ini seperti orang yang sedang mendayung kapal kecil yang berada di lautan. Ombaknya adalah keseharian dan mendayung kapalnya adalah kita. Kita harus mendayung dan jangan mengikuti arus.
Menurut saya, kesimpulan dari dua tokoh diatas tuh mengajarkan kita untuk - walaupun kita ini berinteraksi dengan orang lain - jangan lupa dengan diri kita yang sebenarnya.
Kemudian, yang baru saya sadari, semua teman-teman yang mengemukakan pendapat tokoh-tokoh itu memakai sepatu plastik yang saat ini sedang booming di Bandung! Lho, kok lucu. Mereka baru saya menyampaikan untuk tidak latah seperti orang lain, tetapi sendirinya latah. Saya mendengarkan mereka kok jadi kurang respek gitu ya semenjak tahu apa yang mereka pakai.
Tidak hanya teman saya, tapi orang lain pun demikian. Bukan masalah sepatu plastik, tapi gaya hidup lainnya. Yang paling terlihat sih fashion. Ketika orang memakai A, semuanya A. Ketika orang memakai B, semuanya B. Contohnya dulu rambut rebounding sedang happening, semua orang direbounding. Dulu pakai poni dianggap culun, sekarang orang-orang berlomba-lomba memotong poni. Sepatu balet, skinny jeans warna warni, baju Starbucks, sepatu high heels warna warni, tas rantai, dari celana pendek diatas lutut sampai celana pendek dibawah garis bokong. Sekarang perempuan-perempuan di mall semuanya terlihat sama. Tidak hanya perempuan, sekarang laki-laki juga pakai cardigans.
Waktu dulu banget, semua orang happening pakai baju Che Guevara tanpa tahu siapa Che Guevara itu. Semua orang memakai gelang solidaritas kebersamaan, tapi tahu apa solidaritas kebersamaan itu. Semua orang memakai istilah jablay untuk mendeskripsikan orang yang jomblonya kelamaan, padahal jablay itu artinya pelacur. Semua orang bilang "ganyang Malaysiaa!!" tapi tidak tahu apa yang mau di-ganyang.
Waa.. kalau Heidegger masih hidup, mungkin dia sebel. Mungkin dia akan mengingatkan bahwa kita ini adalah makhluk yang unik dan mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda-beda. Mungkin..

Comments

  1. Anonymous6:39 PM

    "tampil beda dengan bergaya sama" ~ anonim.

    salah satu cara adaptasi paling simpel :))

    ReplyDelete
  2. Anonymous4:01 PM

    saya mah tetap dengan gaya saya..at least blog saya sudah beda..hehehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba