Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Tenggelam

Apakah ketakutan terbesar Anda?
Kalau gw, gw paling takut dengan laut. Gw pernah ketakutan setengah mati ketika gw dibawa ke laut di Yogyakarta pakai perahu kecil. Teman gw bilang, "Nia... elo tahu balon-balon yang mengapung ini apa? Ini adalah batas laut. Sekarang kita sudah ada di laut lepas."
Gw menengok ke bawah. Gw - yang hanya pakai perahu kayu - terombang-ambing oleh ombak dan sangat amat jauh sekali dengan daratan, rasanya gw ingin teriak sekaligus muntah.
Bukan karena mabuk laut, tapi gw benar-benar takut dengan laut. Gw tidak pernah membayangkan yang indah-indah tentang laut seperti sunset atau sunrise. Pasti mengenai mati tenggelam lah, dicabik-cabik monster laut Anglerfish lah, atau kesedot oleh pusaran lah.
Laut adalah kerajaan air yang elo enggak tahu dalamnya, apa saja yang hidup di dalamnya, apa yang mereka makan, dan yang pasti ia tidak akan bersahabat ketika elo sudah kelelahan untuk berenang. Elo terasing, elo kesepian. Elo terombang-ambing oleh ketidakpastian dan elo dikelilingi oleh kematian. Mau diminum sampai habis pun enggak mungkin. Yang ada hanya rasa sakit yang tidak tertahankan di paru-paru karena oksigen sudah habis.
Gw pernah ikutan kuis di friendster yang judulnya 'How Will You Die'. Ternyata hasilnya gw drown. Dia bilang, "Mungkin gelembung air adalah hal terakhir yang kamu lihat. Aneh, tetapi romantis." Ya... walaupun gw penganut romantisme, gw tidak mendukung bahwa tenggelam itu kematian yang romantis. Ditambah lagi semalam gw mimpi tenggelam, badan gw terhimpit di jurang kecil sehingga gw enggak bisa berenang ke atas.
Memang, tenggelam ini asal usulnya sudah jelek banget. Di Eropa pada abad 17 dan 18, tenggelam (menenggelamkan) digunakan sebagai hukuman. Dulu, menenggelamkan digunakan sebagai cara untuk membedakan apakah seorang perempuan itu penyihir atau bukan. Idenya adalah perempuan penyihir akan terapung sedangkan yang bukan penyihir akan tenggelam. Dan biasanya ini digunakan untuk mengeksekusi perempuan, dibandingkan laki-laki. Dan kenapa pula kok Virginia Woolf bunuh dirinya dengan cara menenggelamkan diri sih? Asumsi gw: susah kalau jadi penulis yang melankolis karena ia akan mencari cara mati yang romantis sekaligus dramatis.
Apapun Anda, sebaiknya dicoba untuk tidak dihayati atau tidak diingat-ingat. Karena ketakutan itu akan membawa Anda ke objek yang Anda takuti. Mungkin dalam kasus gw... semakin gw takut tenggelam, mungkin gw memang akan mati tenggelam.
Who knows?
Source: Picture

(Anyways, mau tahu kalau penulis membaca lukisan atau penulis lagi nonton film tanpa perspektif? Silahkan berkunjung ke: http://indeks.blogsome.com/)

Comments

  1. dulu pernah baca di koran, kalo orang mati tenggelam di laut katanya mati syahid.. katanya ini juga.. katanya.. mungkin harus dicek lagi kebenarannya..

    ReplyDelete
  2. katanya sih, memang kalo kita takut malah cenderung malah melakukan ketakutan kita itu....hehehehe
    aku malah cinta pantai bu....
    eh, ada yang baru di bolehbaca.blogspot.com....
    datang dan berikan komentar
    eheheheh

    ReplyDelete
  3. Anonymous10:37 PM

    Hammmm, ketauan gak bisa berenang, kalo gitu mulai berlarjar berenang yah

    ReplyDelete
  4. Anonymous10:11 AM

    "Dan kenapa pula kok Virginia Woolf bunuh dirinya dengan cara menenggelamkan diri sih? Asumsi gw: susah kalau jadi penulis yang melankolis karena ia akan mencari cara mati yang romantis sekaligus dramatis."

    aiiiiiiii... pait bener jadi orang melankolis... tapi kayaknya gw ngerti sih kenapa dia kepengen tenggelam.

    mungkin dia berpikir kalau laut adalah rahim terbesar, dan kita hanya berpulang ke tempat yang seharusnya...

    *yang merasa tersindir :D

    ReplyDelete
  5. Anonymous9:51 PM

    gue takut laut,karena alasan yg sama kayak lo

    tp gue suka pantai

    heheeh

    ReplyDelete
  6. @raffael: eiiittss.. gw bisa renang yaaaa.

    @vendy: oh ya? laut adalah rahim terbesar? ok juga. hehe. tapi tetep, laut adalah neraka biru yang dingin dan sepi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba