Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

The Boring Show!

Heyhoo, I'm back! Ya... meski enggak penting, tapi pastinya ada sangat segelintir orang yang mengharapkan gw meng-update blog lagi. Hak hak hak hak. Ya, kan? Ya, dong?
Anyways, pasca kelulusan, gw mulai melanjutkan hidup lagi. Mulai sibuk lagi: makan, tidur, main, bengong, dan berafiliasi dengan datang ke komunitas-komunitas lagi. Seperti halnya kemarin, setelah gw kelar menyambung hidup di Reading Lights Writer's Circle, gw datang ke sebuah acara pemutaran film independen di Rumah Buku. Film-film itu berasal dari satu komunitas di Jakarta. Namanya kalau enggak salah itu Lenteng Agung. Nah, pada acaranya ini diputar 9 film yang terinspirasi dari cerita pendek.
Kayak layar tancep! Dari pukul 19.00-21.30, kita duduk di halaman belakang Rumah Buku, beralaskan tikar, dengan layar segede dosa di depan. Seru sih, tapi film-filmnya bikin enggak seru. Seperti judul yang gw tulis, ini membosankan, my man!!
Gw nanya ke temen gw, "Sebenarnya, maksudnya film independen itu apa sih?"
Ok, sedikit gw jelaskan dari film-film yang diputer. Di setiap film, pasti saja ada adegan dimana kamera memperlihatkan suatu barang lama-lama (entah cangkir kopi, jalan, air). Syukur-syukur kalau ada narasi, tapi kalau penonton hanya dibuat bengong dengan adegan diam gitu? Ada seorang teman bilang kalau itu namanya video art dan biasanya idealis. Artinya, yang mengerti hanya orang yang membuat (ya, sedikit kontemporer) dan ini ada di setiap film, berarti ini seperti frame of reference bersama. Ada teman lain yang bilang ini open interpretation dan lainnya. Lalu apakah yang namanya independen itu harus aneh, tidak bisa dimengerti, dan mengandalkan efek kamera? Kenapa dari film-film yang gw tonton itu, tidak ada script yang bagus atau plot yang amazing? Masalahnya, film-film luar negeri yang gw tonton pun masih bisa dimengerti dan mempunyai cerita.
Gw memang tidak tahu tentang film independen. Gw nanya ke teman gw, "Mbak Rani (pemilik Rumah Buku dan suka membuat film independen), film-filmnya kayak gini enggak sih?"
Teman gw jawab, "Yang pasti, film buatan Mbak Rani, lebih dari ini!"
Salah satu dari film itu, Suara Kota, memperlihatkan sebuah boneka yang duduk di busway. Kamera hanya memperlihatkan boneka lama-lama, isi busway yang sudah kosong, dan lainnya. Gw bilang ke teman gw, "Ya elah, gitu doang sih gw bisa!!". Idealnya gw ketika gw membuat film adalah gw membuat film yang tidak bisa ditiru oleh orang lain.
Intinya, boring!

Comments

  1. hmmmh... ada istilah yang cocok utk hal ini, dapet dari tmen gua : cinematic masturbation. Kepuasan hanya di diri pembuat.
    Gua sih ga masalah, selama yang bikin juga tau kalo karyanya sulit dipahami. Tapi kalo si pembuat yang merasa orang-orang yang liat tidak secerdas dia, itu baru masalah.

    ReplyDelete
  2. Firstly, congrats for The S.Psi.! Hope I'll also have my name added with the title asap..

    Secondly, to be honest, I'd rather waste my time watching blockbuster movies or award-winning movies. I think they won't be that boring (hell yeah).

    ReplyDelete
  3. Anonymous9:27 PM

    klo film indi e prancis keren2...
    tp klo film indie kayak yg elo bilang, gue jg males nontonnya
    XDDDDDD

    ReplyDelete
  4. @semua: Ya.. intinya bagusan yang luar negeri (asia model thailand, singapura, filipina... belum terhitung).

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba