Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Apa ini oh apa ini?

Disamping kesibukan saya menjadi pengangguran, saya mendapatkan sesuatu yang baru. Sebelumnya saya jelaskan, saya adalah pengangguran yang sibuk. Maksudnya, betul-betul sibuk! Saya jadi pembantu rumah tangga, tempat titipan keponakan sementara ibunya belanja, mengurus kost-kostan di rumah, jualan kue, mengajar piano, dan mengurus cafe. Tahukah Anda bahwa pengangguran itu banyak bebannya: dimanfaatkan melakukan ini itu, disuruh cari beasiswa, kursus grafologi, belajar bahasa Jerman, dan lainnya. Oh sibuk dan penuh ketegangan sekali.

Anyways, saya mendapatkan sesuatu yang begitu baru - yang tidak pernah saya miliki sebelumnya. Ini oleh-oleh dari teman saya - seorang warga negara Belanda. Bukan teman sih, tapi dia temannya saudara saya tapi dia kenal saya semenjak saya kecil. Lalu, ia membelikan saya sebuah ... oh apa ini?



Ini asli. Saya terima, saya pegang, saya rentangkan, saya baringkan di kasur saya, dan ... apa ini? Apakah ini bikini?

Berlebihan atau tidak, cukup mengejutkan tapi menarik mengingat tidak pernah ada orang yang memberi saya ini. Langkah selanjutnya mungkin akan saya simpan saja di lemari sampai saya bertemu orang yang betul-betul membutuhkan dan akan memakai bikini ini. Greeting from Blijburg aan Zee!

Comments

  1. Definitely a -no-, TWO bikinis. Just keep them, Ni. Who knows u're gonna need it, like, when u go back to bali and spend hours on the beach? u need suitable outfit for that occasion. (sorry, just kidding)

    but, seriously, they look fine. have u tried them? (of course, more kidding)

    ReplyDelete
  2. sebuah gambaran akan harapan bahwa kamu akan memakainya dan . . .

    eniwei, buat versi more itu, agak rada2 panjang langkah2nya. susah kl lewat tulisan sih...

    ReplyDelete
  3. Anonymous7:27 AM

    udah di coba blom Ni? kasian atuh udah dikasih gak dipake.. hohoho :D

    ReplyDelete
  4. Anonymous10:23 AM

    Simpen aja Ni...
    sapa tau nanti kepake... XDDD

    who knows??

    ReplyDelete
  5. Ah kalian... jadi pengen make.. *lho*

    Ya disimpan saja (dulu) lah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba