Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Memperjuangkan Nasib oh Nasib

Saya pernah bertanya kepada saudara saya yang bekerja sebagai fotografer padahal dulunya kuliah sastra Inggris (dan sampai sekarang tidak kelar - padahal sudah menikah). Pertanyaan saya adalah, "Kenapa orang bisa menganggur padahal setiap minggu di koran banyak sekali lowongan pekerjaan?"
Saudara saya menjawab, "Lowongan pekerjaan memang banyak tapi posisi yang dibutuhkan hanya sedikit. Jadi persaingannya ketat. Apalagi banyak yang pendidikannya rendah, bersaing dengan pendidikan yang lebih tinggi. Pengalaman sedikit, bersaing dengan pengalaman lebih banyak."
"Tidak setuju. Karena banyak pekerjaan yang membutuhkan orang-orang yang berpendidikan rendah dan ada juga yang tidak berpengalaman. Tapi kenapa banyak pengangguran?"
"Mungkin malas mencari pekerjaan?"

Jawaban itu saya simpan hingga kemarin - ketika saya menghadiri job fair di ITB. Job fair ini hebat sekali, dihadiri oleh perusahaan-perusahaan besar terutama di bidang tambang dan minyak. Dan yang datang bukan orang Bandung saja, tapi dari Ciamis hingga Yogyakarta.

Saya apply ke P&G dan lolos di seleksi pertama. Ketika saya melihat list orang-orang yang lolos, wah ... mereka berasal dari universitas ternama dari ITB sampai UI! Sementara orang-orang yang lolos dari kampus saya hanya sedikit (atau yang apply sedikit?). Saya pikir, "Gila! Saya harus berkompetisi sama orang-orang ini!". Apalagi setelah menyelesaikan soal P&G yang begitu Inggris dan internasional. Oh, apa ini?

Memang ketika job fair ini penuhnya gila-gilaan. Masing-masing orang membawa puluhan lamaran dan ribuan harapan. Para sarjana muda dari universitas ternama ini sama saja seperti saya, sama-sama pengangguran. Mungkin dari ratusan orang yang datang ke sini, hanya beberapa orang yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.

Apply lamaran, tidak ada panggilan, atau tidak lolos seleksi mungkin membuat orang lelah untuk melamar, jenuh, hingga akhirnya berhenti berusaha melamar pekerjaan. Apalagi ditambah lagi pikiran mengenai ketatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Apakah ini yang membuat manusia Indonesia banyak yang menganggur karena menyerah?

Semoga saya tidak menyerah karena saya tidak mau menjadi pengangguran. Saya kuliah 4 tahun bukan untuk berakhir di rumah untuk masak, cuci piring, dan lainnya. Memang kuliah untuk membentuk jalan pikiran. Tapi kalau ujung-ujungnya gitu, ya dari SMA saja saya berhenti sekolah.

Comments

  1. wah serem sekali ya tampaknya dunia setelah universitas. apakah saya harus mempanjang status mahasiswa saya? (tidaaaaaaaaaak!!)

    ayo nia, DON'T GIVE UP!!!

    nothing is impossible (esp. in job seeking).

    everything starts with a dream, so DREAM BIG! (no, I'm not Oprah or something).

    ReplyDelete
  2. oh, dan btw, yang diceritain di awal itu kakaknya fardin ya? hehe..

    ReplyDelete
  3. Hehehe, iya... kok tahu?

    Iyalah, harus semangat.

    ReplyDelete
  4. ah, kadang-kadang ada juga yang HRD-nya terlalu ngawang kalo bikin kriteria...
    udah lah, bikin perusahaan sendiri gitu ato ngelamar jadi IBU PENGUSAHA ato IBU PEJABAT...
    hehehehe...
    suami dapet, kerja gak susah, duit dapet....TENAR PULA.....
    hahahahaha


    stresssss sayahhhhhhhhhhh

    ReplyDelete
  5. Anonymous5:18 AM

    ayo ... tetap semangat ! never give up !

    ReplyDelete
  6. tau lah, fardin pernah cerita ko.

    ReplyDelete
  7. @Tiwi: iya kalo si bapak pejabatnya mau? Hehehehe. Tiwi nih ah, diam2 stress.

    ReplyDelete
  8. Anonymous9:52 PM

    No matter how great and destructive your problems may seem now, remember, you've probably only seen the tip of them ~ despair.com :D

    *kabur

    ReplyDelete
  9. Lamar aja teroos. Kadang bukan karena kampusnya atau perusahaan, atau skill kita. Cewe gua tembus lamaran di perusahaan yang dia pilih di prioritas terakhir. Dan ternyata perusahaan yang dia incer malah kerjanya rodi banget, yang sekarang malah enak.
    Sometimes life gets unpredictable when we thought it is predictable.

    ReplyDelete
  10. Yah, entah itu dukungan atau apapun, terima kasih semuanya!


    Uhuhuuhuhuhuhu...

    ReplyDelete
  11. Anonymous2:11 PM

    wahh..penyakit yg baru pada lulus, susah nyari kerjaan.

    semoga sukses ya!

    ReplyDelete
  12. Thank you, can.. thank you!

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba