Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Koran Hari Ini Begitu Paradoks

Hari ini (21/12) saya baca koran Pikiran Rakyat. Ada dua berita yang lucu dan begitu kontradiktif. Pertama-tama saya dikejutkan oleh berita ini:

Penderita Gangguan Jiwa Terus Meningkat

Penelitian terakhir menunjukkan, 37% warga Jawa Barat mengalami gangguan jiwa, mulai dari tingkat rendah sampai tinggi. Bahkan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Departemen Kesehatan 2007 menyebutkan, prevalensi warga Jabar mengalami gangguan mental emosional tertinggi se-Indonesia dengan kisaran 20%. Artinya, satu dari lima orang dewasa mengalami gangguan jiwa.


Sepertinya saya termasuk sekian persen dari yang terganggu jiwanya di Jawa Barat. Ternyata gila disini bukan gila ngalor ngidul kesana kemari, bukan gila yang pakai baju lusuh atau jalan dengan celana bolong di daerah bokong. Tetapi depresi, stres, gelisah, mudah marah juga termasuk gangguan mental. Wah, itu mah sudah sifat saya!

Saya membuka halaman berikutnya. Berita ini membuat saya kaget dan begitu kontradiktif. Begini beritanya:

Kota Bandung Raih Penghargaan Kesehatan

Kota Bandung meraih penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Kartika 2008, sebagai salah satu daerah yang berjasa dalam pembangunan bidang kesehatan. Penghargaan itu diberikan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2008 yang bertema "Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat". Selain Kota Bandung, daerah lain yang menerima penghargaan serupa adalah Prov. DI Yogyakarta, Prov. Bali, Kota Metro, dan Kab. Sleman.


Ya, bagaimana sih? Orang-orang Bandungnya sendiri gila, gimana caranya membangun kesehatan? Di satu sisi banyak orang gila, di sisi lain dapat penghargaan kesehatan. Gila kuadrat.

Comments

  1. Orang gila mana sih yang mau dibilang gila?

    ReplyDelete
  2. Dan provinsi lain ngga ada yg melebihi angka 20%. Jadi Jabar memiliki prevalensi gangguan jiwa PALING TINGGI se-Indonesia. Gila!

    ReplyDelete
  3. Jangan2, kita ini...

    ReplyDelete
  4. Anonymous4:43 PM

    yah, kalian yang di jabar berarti termasuk beruntung, gw di bali malah lebih banyak anjing gila daripada orang gila.

    dan anjing gila lebih mematikan daripada orang gila.



    mungkin...

    ReplyDelete
  5. Hahahaha, mungkin lo bisa taun baruan dengan mengadakan acara pengobatan anjing gila.

    Anjing kintamani ya?

    Ya setidaknya kami2 ini jika menggigit tidak akan membuat lo berbusa.

    ReplyDelete
  6. ah gak jadi deh kuliah di bandung-haha-yah jaman emang udah gila, wajar aja makin banyak orang tertekan fisik dan mentalnya sehingga terganggu.

    jadi kangen jaman batu.

    ReplyDelete
  7. Anonymous3:21 PM

    wahahhahah...
    kontras bener bener kontras itu.

    gimana ceritanya ada kota yg dapet penghargaan soal kesehatan, tapi letaknya di provinsi yg paling banyak orang gilanya?

    ReplyDelete
  8. @yohan: jadi kangen pas makan batu ya?

    @macan: Disini, apapun bisa, can! Wkwkwkwkw.

    ReplyDelete
  9. gini..gini

    kalau tiba2 di koran bertuliskan begini ..

    "dasyat .. dalam kurun 2 tahun pada tahun 2010 akan ada 40 juta aau 25% rakyat indonesia yang menjadi montok, kemontokan itu di karenakan adanya penyakit kemontokan ria .. bla..bla.. endeboy..endeboy....""


    hihihihihii....

    ReplyDelete
  10. Sama absurdnya kalau tiba2 ada berita:

    "Dinyatakan Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai warga terkurus di dunia!"

    ReplyDelete
  11. wew, kok bisa sampe setema gitu yah sama tulisan gw??
    tulisan gw adalah faktanya

    ReplyDelete
  12. Ini juga fakta lho jeng, ada di koran gitu. Wwkwwkwkw.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba