Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Pertanyaan Untuk Para Seniman



Saya baru pulang dari Jogja, melarikan diri dari semua deru dan debu yang menerjang. Disana, saya berpapasan dengan seorang seniman yang melukis di depan Istana Negara. Tidak jauh dari tempat ia melukis, ada demonstrasi para wartawan (beritanya ada di harian Kompas). Seniman ini melukis tentang Palestina di canvas yang begitu besar. Ketika hujan pun, ia tetap melukis.

Disini, saya timbul pertanyaan. Setelah itu, lukisannya mau diapakan?

Beberapa hari sebelumnya, saya menonton acara Kick Andy yang menghadirkan pembuat komik strip di koran Kompas minggu. Salah satunya adalah Dwi Koendoro yang membuat Panji Koming. Ia bercerita bahwa ia bebas mengemukakan pendapatnya di zaman reformasi ketimbang zaman orde baru. Kebebasan itu seolah-olah seperti orang yang sudah lama menahan muntah: bermunculan beragam kritik tajam di karyanya.



Saya jadi bertanya. Setelah mengkritik, lalu mau apa?

Pertanyaan saya bukan pertanyaan sok mengkritisi profesi seniman, tapi ini berupa pernyataan naif tentang profesi yang sama sekali tidak saya ketahui. Adakah perubahan yang berarti setelah orang-orang mendapat kritikan dari seniman? Apakah kontribusi para seniman terhadap lingkungan (negara)? Lalu, setelah mengkritik atau membuat komik satir, tindakan selanjutnya apa?

Foto

Comments

  1. mungkin itu yang paling bisa mereka lakukan, sebagai perwakilan dari jeritan rakyat...

    ReplyDelete
  2. Kalau udah budeg, teriak sekeras apapun juga ga akan didengar. Memang lebih baik bertindak daripada mengkritik tapi ga ada hasil. Tapi dari beberapa karikatur kritikan yang gua buat, ada tanggapan positif dari yang baca. Idealnya, orang langsung bertindak, tapi kalau lingkupnya sebesar negara, susah.
    Tapi kalau lingkupnya sebesar keluarga atau kelompok main, itu cukup ngefek kok.
    Menurut elu gimana?

    ReplyDelete
  3. Anonymous9:56 PM

    kalo gw bilang nia, setelah kritik ya tawarkan solusi. jangan sekedar advokasi belaka. (dalam kasus orang normal, bukan kartunis)kalau sindiran ala seniman seperti ini seenggaknya biarpun gk didenger, bikin tersenyum juga:D happy belated new year for youuu.

    ReplyDelete
  4. @Erick: Tapi kan, Rick, karya-karya yang udah masuk media besar, Kompas - misalnya, seharusnya itu di dengar negara karena media itu kan dipublikasikan kemana-mana, terutama di ibu kota.

    Apakah negara terlalu bebal?

    @Sherwin: Iya sih. Btw, happy new year juga!! *lihat tanggal*

    @Ahead: Iya, mungkin itu. Mungkin lebih baik daripada diam sama sekali.

    ReplyDelete
  5. Anonymous9:44 AM

    Sebenarnya bukan masalah membuat komik untuk mengkritiknya, tapi kebebasan untuk mengekspresikan jalan pikiran kita dalam komik.

    soal kritik, komik, maupun blog, surat pembaca, talkshow...semua sama aja kan? akan menimbulkan pertanyaan, "terus apa?"

    karena walaupun kritik melalui televisi pun jarang sekali menimbulkan dampak signifikan.

    apa bedanya dengan komik? apa yang membuat kritik melalui komik tampak kurang ngefek dibanding media lain?

    apa bedanya sama blog? surat pembaca? wawancara di televisi?

    cuma beda di media aja kok. intinya kan sebenarnya menyuarakan ide, uneg-uneg, kritikan membangun, kreativitas dan sejenisnya.

    ReplyDelete
  6. Kenapa tidak diteliti saja:

    "Hubungan Antara Kritik Para Seniman dalam Karyanya dengan Kewarasan Para Pejabat"

    ReplyDelete
  7. @macan: Jadi cuman proses katarsis aja?

    @begy: Monggo, saya sudah selesai.

    ReplyDelete
  8. Seni itu sendiri artinya keindahan yang mampu menyentuh persaan sesorng melalui media yang di hadirkan,prestasi seorang seniman itu mutlak tanpa mengharap pangkat atau nilai yang menggiurkan.

    Seniman mengeksprikan diri dati lingkungan sekitar yang ingin di ungkap rasa antipati nya yang semata mata untuk menikmati karya karya nya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba