Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Masih Ingat

Saya masih ingat ketika Amnesiac Quartet menyanyikan lagu Street Spirit di kota kelahiran bandnya, Paris. Hanya sebuah konser kecil yang dipublikasikan dari mulut ke mulut, dengan lampu dan panggung seadanya. Tidak ada lampu yang gemerlap atau dekorasi yang mengkilap. Dengan saxophone sebagai melodi, mereka memainkan lagu indah sekali. Hampir semua anggota band menutup matanya, menggerakan badan ke kanan dan ke kiri – bergoyang mengikuti irama Street Spirit. Mereka adalah band kecil yang sangat berbeda karena mereka memainkan lagu-lagu Radiohead dalam versi jazz. Tidak ada yang bernyanyi, saxophone seolah-olah menyanyikan lirik lagu yang sangat pas.

Rows of houses, all bearing down on me
I can feel their blue hands touching me
All these things into position
All these things we'll one day swallow whole
Immerse your soul in love


Magis.

Pada saat itu kami hanya dua orang mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar. Saya dari Indonesia, kamu dari Singapura. Saya berbahasa Indonesia, kamu berbahasa Mandarin-Melayu. Kami dipersatukan oleh bahasa Inggris. Namun pada saat ini, kami dipersatukan oleh musik.

Saya masih ingat ketika cuaca disana dingin – ditambah rintik hujan. Beruntung pada saat itu kami berada di bawah atap plastik – yang ketika hujan akan menimbulkan sensasi berisik. Beberapa orang yang tidak beruntung berada langsung dibawah langit, sehingga mereka harus memakai penutup kepala. Saya menghangatkan diri dibalik jas beludru dan kamu menghangatkan diri dibalik jaket kulit. Saya dan kamu memakai syal yang sama – syal hangat berwarna merah yang kita beli di flea market ketika kita sama-sama baru menyadari kalau kita membutuhkan ekstra penghangat. Orang-orang menghangatkan diri dengan saling berpelukan dan berpegangan tangan. Sementara kami menghangatkan diri dalam diam. Saya menghangatkan tangan saya dengan memakai sarung tangan dan memasukkan kedua tangan saya ke dalam kedua kantung jas. Sementara kamu, tanganmu mendekap dadamu. Kamu mendekap dirimu. Kamu menutup matamu. Badanmu bergerak perlahan mengikuti irama Street Spirit.

Mereka bernyanyi membuat kami hangat sekali.

Saya masih ingat pada saat itu saya mulai merasa memiliki banyak kesamaan denganmu. Saya memiliki selera musik, selera buku yang sama, selera film, menyukai seni, puisi, teater, budaya, dan hal-hal sama lainnya dengamu. Mungkin karena kesamaan itu saya dan kamu dipersatukan melalui suatu program. Anggap berlebihan tetapi mungkin ini adalah garis Tuhan. Saya masih ingat pada saat itu saya mulai berharap agar kamu memiliki banyak waktu untuk menghabiskan kegiatan-kegiatan yang kamu sukai dengan saya. Saya masih ingat ketika harapan saya sama dengan harapanmu bahwa kamu juga ingin menjalankan hari-hari di Paris bersama saya – sampai pulang ke negara masing-masing. Kami bahagia – karena satu tambah satu menjadi dua. Dua berarti tidak sendiri, dua berarti selalu bersama-sama.

Amnesiac Quartet sudah mencapai ujung konsernya. Ia menyanyikan lagu Nice Dream. Saya masih ingat pada saat itu kami tidak menghangatkan diri seorang diri. Tetapi kami saling mentautkan jemari. Bergoyang untuk terakhir kali, sambil menyenandungkan lagu Nice Dream.

They love me like I was a brother
They protect me, listen to me
They dug me my very own garden
Gave me sunshine, made me happy



[Cerita yang mengendap di komputer yang jika dibaca lagi-entah mengapa-terasa norak. Jika ingin melihat kenorakan lainnya, silahkan klik tag fiksi atau cerita sebuah foto. Sesuai dengan motto hidup saya: Berbanggalah dengan kenorakan Anda]

Comments

  1. Nggak terlalu norak kok, Ni. Idenya manis, paling perlu ditambah sedikit deskripsi konser saja supaya suasananya lebih kerasa. Sama sedikit perbaikan sudut pandang, mungkin.

    ReplyDelete
  2. Gak terlalu? Itu menandakan norak, Dik! Huhuhu..

    Jadi sudut pandang ketiga, gitu?

    ReplyDelete
  3. ga norak ko, Ni. bagus!

    ReplyDelete
  4. i wonder.. gimana jadinya tu lagu radiohead dgn tune jazz?
    eh, nia, kalo kamu suka radiohead n bjork, udah perna tau sigur ros blm? kalo blm, u should give it a shot. musiknya bener2 out of this world

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba