Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

The Art of Game

Kemarin, saya berkesempatan mengobrol dengan teman saya yang kuliah IT. Saya bertanya tema apa yang diangkat ketika menyusun TA, dia bilang ia membuat konsep pembuatan game. Saya heran, bagaimana seseorang yang seharusnya cumlaude namun tidak jadi itu membuat konsep game untuk TA-nya.

Jika game ada perdebatan antara pro dan kontra, maka saya tergolong kontra. Saya bilang ke teman saya, “Sorry nih, tapi saya tidak melihat sisi positif dari game.”

Teman saya bilang, “Ya itu hanya untuk kesenangan saja.”

Teman saya bilang bahwa selain untuk kesenangan, game itu meningkatkan kemampuan logika. Misalnya game menyusun strategi perang yang perlu dipikirkan matang-matang. Diperlukan waktu yang tepat untuk membangun istana karena jika terlalu lambat, musuh akan menyerang. Saya bilang kepada teman saya, “Untuk apa kamu berpikir susah-susah sementara kamu sendiri tidak berperang?”

Game yang saya soroti adalah game online. Saya pikir ini merusak perkembangan seseorang karena seseorang akan menjadi individualis. Oke, jika sisi positif game adalah untuk kesenangan, tapi saya melihat banyak sisi negatifnya. Contohnya saudara sepupu saya. Waktu ia kecil, ia senang sekali bicara dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Namun semenjak kenal game online, ia sering mengurung di kamar, bermain game di depan komputer. Di sekolah, ia rela tidak makan karena uangnya dilimpahkan untuk rental game online. Begitu tergila-gilanya dia akan RO. Dan kini, di usia SMA, ia menjadi seseorang individualis yang sulit memulai suatu pembicaraan. Ah, remaja, fase yang menyebalkan.

Kenapa orang begitu digital dan virtual? Kenapa tidak dipilih game yang melibatkan interaksi bersama? Ya kalau tidak mau ketinggalan zaman seperti bermain monopoli atau ular tangga, kenapa tidak memilih Scrabble atau Pictionary yang jelas-jelas menambah kosa kata Bahasa Inggris, misalnya. Haaddduuuh, saya belum melihat sisi baik dari game saja.

Gambar

Comments

  1. yayaya... media paling gampang dijadiin kambing hitam :))

    sebetulnya, game itu persis kopi. adiktif, tapi kalau berlebihan, meledak sudah jantung (kalo game, matanya yg merem-melek).

    kl dari kasus sepupu loe, toh ortunya (ato orang terdekatnya) jg ga merhatiin. mungkin dipikirnya udah gede kali ya? jadi ga perlu dibimbing :))

    ReplyDelete
  2. Jadi, elo seorang gamers, ven? Hahaha, judgemental begini gue.

    Ya sih, enggak bisa satu arah menyalahkan, harus holistik. Ah, tapi gue tetap kontra :D :D

    ReplyDelete
  3. *jleb...

    emang sih gw gamers :))
    tapi sekarang udah enggak seadiktif dulu. so, at least gw tau dunia mereka seperti apa. jadinya, kl mau ngejudge, gw mikir2 lagi dah.

    *golput mode on

    ReplyDelete
  4. Gw gamer juga. Dibilang adiktif, daftar teratas adiksi gw masih tidur. Gw orangnya gampang drawn-to, tapi bosenan juga. Lucky me.

    Contoh yang gak gw suka dari gamer adiktif: self-esteem berkurang. Juga kecenderungan lari dari masalah.
    Sayangnya, gw ga bisa bilang itu berlaku umum. No label is enough to cover everyone.

    Yang gw suka: jadi pinter (bagi yang ngikutin cerita gamenya :D), imajinatif? (Relatif), Ningkatin selera humor? (Relatif banget), Jarinya terampil? (sangat relatif sekali), Kemampuan multitasking bertambah? (*okay Jo, are you on the contra side or pro?)

    Gitu deh :D

    ReplyDelete
  5. Hahaha, relatifnya aja diragukan ah :))

    ReplyDelete
  6. hmmm.. banyak orang berpikir ketrampilan semakin bertambah karena game. sedangkan di sisi lain, orang itu jd anti-sosial, aktivitas fisik berkurang, dll. mnurutku sih semuanya harus ditaruh sesuai dgn porsinya. setuju ama vendy, semua yg berlebihan tu ga asyik.

    ReplyDelete
  7. Contoh keterampilannya apa ya, Zra?

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba