Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Keenan

Seorang anak kecil yang berjalan tidak menentu dan asyik bermain sendiri itu berwajah rupawan. Saya hanya memperhatikan dari kejauhan sementara pikiran ini menduga-duga gangguan apa yang ia alami sekarang. Alih-alih sedang mengobservasi anak yang diduga disleksia, mata saya tidak terlepas dari anak itu.

Hari pertama saya masuk kerja, saya disodorkan sebuah nama. Keenan. Saya dibawa masuk ke kelas dan ditunjuk anak yang akan saya dampingi di kelas. Ternyata Keenan adalah anak yang waktu itu jalan-jalan tidak karuan ketika saya tes kerja. Hati ini sedikit ciut karena saya menduga bahwa gangguan perilaku lebih kompleks dari gangguan belajar. Seharian saya duduk di pojok ruangan melihat Keenan mondar-mandir tidak karuan. Saya tidak berani mengintervensi lebih jauh, oleh karena itu saya memilih duduk bersama buku-buku.

Namun Keenan penasaran dengan sosok baru yang hadir di dalam kelas. Ia menghampiri saya dan menanyakan nama saya. "Bu Nia," jawab saya, "kalau kamu?"

Ia tersenyum lalu berlari.

Dua bulan bersama Keenan cukup sulit ditangani. Dia penuh dengan pertahanan diri, menolak otoritas, agresif, merebut barang temannya, membawa push-pin kemana-mana, berebut kursi, ia mendorong meja sementara saya menahan, ia meludah, dan lainnya. Ia seringkali mogok mengerjakan sesuatu jika sudah tidak mau, seringkali saya bertanya kenapa tapi ia tidak pernah mau menjawab. Mulutnya diam mengatup. Puncaknya ia mencakar tangan saya hingga berdarah. Luka itu pun masih membekas di lengan hingga sekarang saya menulis ini, namun tidak pada hati saya. Justru saya sayang sekali dengan anak ini.

Semakin lama kami semakin dekat. Emosi terbangun dan saling percaya. Saya percaya ia akan berkelakukan baik seharian dan ia percaya saya untuk menceritakan perasaan-perasaan. Kami saling berpegangan tangan - menggoyangkan ke depan dan ke belakangan, ia menangis dipelukan saya di halaman belakang, melakukan permainan tarik tangan, dan lainnya. Singkatnya Keenan berubah menjadi anak yang manis, tidak pernah memukul, aktif di kelas, mulai mengemukakan perasaannya, dan mudah mengikuti pelajaran. Semua guru memujinya, semua guru sudah tidak takut lagi padanya.

Di tahun ajaran baru, Keenan akan didampingi rekan kerja saya yang lain. Semula saya direncanakan mendampingi Keenan karena Keenan bukanlah tipe anak yang mudah didekati, percaya, dan beradaptasi dengan orang baru. Namun karena ada anak lain yang lebih membutuhkan bantuan saya, atasan saya memutuskan Keenan didampingi rekan lain.

Mendengar keputusan itu, saya sedih karena saya tidak akan ada disampingnya, menemaninya belajar, menemaninya bermain, atau menjadi sasaran adu kekuatan jika ada masalah.

Saya akan rindu ia memegang tangan saya lalu mempermainkannya tanpa kata-kata.
Saya akan rindu ketika ia bilang, "Keenan janji Keenan akan jadi anak yang baik".
Saya akan rindu dengan pernyataan-pernyataan 'Bu Nia kok senyum-senyum terus?' lalu saya menjawab 'Karena Bu Nia senang mengajar Keenan' dan ia menjawab dengan senyuman.
Saya akan rindu dengan pernyataan 'Bu Nia galak' lalu saya tanya apa saya betul-betul galak, maka ia akan menjawab 'Enggak kok, Bu Nia baik. Iya... Bu Nia baik'.

Terlebih lagi, saya akan rindu mengingat ketika saya bertanya bagaimana jika ia tidak diajar oleh saya dan ia menjawab dengan diam lalu ketika saya bertanya bagaimana jika ia tetap diajar oleh saya dan ia menjawab, "Keenan pasti senang!"

Saya akan rindu.

Pasti rekan kerja saya akan menjaga Keenan dengan sebaik-baiknya.

Comments

  1. Nicely sentimental, Ni ...

    Gue ikut kangen sama Keenan meskipun nggak kenal ...

    ReplyDelete
  2. Dari cerita yang sedikit ini, kalian mesra sekali.

    Kak Nia jatuh cinta? :)

    ReplyDelete
  3. ummm... teringat sama salah satu novel based on true story tntg guru di kelas anak2 berkebutuhan khusus, dan dia memiliki ikatan khusus dengan muridnya... tau ga buku judulnya apa Nia?

    that's why i respect teacher, apalagi klo mengajar anak2 berkebutuhan khusus. jujur aja, kadang guru malah lebih bisa mengenal dan mengerti seorang anak dibanding orangtuanya sendri

    ReplyDelete
  4. @Dea: Thanks, De. Kalau lo kenal, pasti lo akan suka dengan anak ini.

    @Johan: Iya, Han. Jatuh cinta atas keunikan dan kerumitannya :)

    @macan: salah satu karyanya Torey Hayden, mungkin? Mungkin karena gue adalah pihak netral jadi bisa melihat mana yang baik dan mana yang enggak. Tapi gak tahu kalau gue jadi orang tua :D

    ReplyDelete
  5. Kalo ga salah, Keenan itu nama anaknya Dee kan?

    ReplyDelete
  6. Niaa keren...
    Hebat ih bisa bikin Keenan jd lebih manis...:-)

    ReplyDelete
  7. @Begy: betul, tapi bukan Keenan yang ini.

    @Neni: makasih.. doakan skill saya berkembang yak. Hehe.

    ReplyDelete
  8. iya betulll, torey haiden! gara2 baca buku itu gue jadi suka banget ama buku "The Little Prince"

    ReplyDelete
  9. ah... yang begini yang sebetulnya buat saya jadi ingin sekali jadi pendamping ABK...

    ReplyDelete
  10. Sip! Jd tahu kemana hrs wawancara kalau kepingin nulis ttg (atau menciptakan tokoh) murid yg beda, dan gurunya yg jg spesial. ^_^

    ReplyDelete
  11. Itulah saya..

    Hehe :D

    ReplyDelete
  12. ah, torey hayden.
    jgn takut, nya. jejakmu akan selalu tertinggal pada keenan

    ReplyDelete
  13. Anonymous8:41 PM

    Aku sedih membaca cerita ini, karena aku hanya diberi kesempatan mengenal Keenan 2 hari saja. Aku juga kangen Keenan, walaupun baru mengenalnya sebentar. Aku kangen cerita-ceritanya, senyumannya dan pegangan tangannya.. Mudah-mudahan Keenan bisa menemukan arti hidup yang sesungguhnya.. :)

    ReplyDelete
  14. Waaah, ketemu tulisan yang udah lama ini. Diliat satusatu ya.

    Setelah waktu berjalan, sayang ya.. agak gak keurus.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba