Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Ketika Kamu Tidur

Malam itu semua orang tertidur. Begitupun dengannya. Ia tertidur pulas disampingku dengan posisi terlentang dan kepalanya menghadap sisi lain tempat tidur. Perut dan dadanya naik turun berirama, menarik dan menghembuskan udara malam. Matanya bergerak dibalik kelopak mata yang tertutup pertanda ia sudah masuk alam mimpi. Kondisi aman, aku sudah siap bergerak.

Saat yang dinantikan tiba. Tubuku mengecil sebesar jari kelingking. Kupanjat lengannya yang kasar, berjalan menuju kepalanya. Rambut-rambutnya yang hitam dan tipis terlihat begitu tebal dan lebat. Rambut ini, rambut yang biasa kusisir oleh jemari ketika berantakan. Ia jarang sekali mau menyisir. Tapi tak mengapa karena aku begitu menikmati rambutnya berada di sela-sela jemariku.

Perlahan aku turun ke bawah, mengamati wajahnya. Wajah-wajah keras yang selalu mengingatkanku tentang hidup ini selalu membuatku rindu ingin bertemu. Kadang ia menunjukkan ekspresi-ekspresi lucu jika tidak ada orang lain selain aku. Jika ada orang lain, seolah-olah ia ingin menunjukkan citra dingin dan kasar agar orang-orang menghindar. Tak mengapa, aku suka itu. Aku suka orang yang memberikan batasan yang jelas mana yang boleh dekat dengannya dan mana yang tidak.

Aku berjalan kecil di dadanya yang kecil. Ia bukan tipe laki-laki idaman dengan dada yang bidang. Tapi tak mengapa, aku tidak membutuhkan dada yang bidang. Malah ia memberikanku sebuah hati yang lapang.

Aku berbaring sesaat di atas dadanya. Tubuhku naik turun sesuai dengan irama nafasnya. Kutatap langit-langit kamar, kunikmati setiap gerakannya. Kita menghirup udara yang sama dengan tempo yang sama. Aku merasa menyatu.

Beberapa saat kemudian aku tergelitik oleh sesuatu yang ada di bawah perutnya. Senjata rahasianya. Aku berjalan menuruni perut dengan perasaan was-was takut ia terbangun. Kubuka karet celananya. Namun sebelum aku melihat apa isinya, ia membalikkan tubuhnya, membuatku terjun bebas ke atas tempat tidur. Aku kembali ke posisi awal.

Perasaanku sedikit kecewa karena memanjat tubuhnya dalam posisi sekarang bukanlah hal yang mudah.

Ia masih tertidur. Kuputuskan untuk tidak menganggunya - maka aku biarkan saja tujuanku tidak tercapai. Aku sendiri mulai merasa kantuk.

Aku berjalan ke sela-sela tubuhnya. Di antara lipatan seprai, aku berbaring. Kuhirup aroma tubuhnya. Kututup mataku hingga pagi menjelang.


[Tulisan ini dibuat waktu latihan memasukkan unsur seks ke dalam tulisan. Maunya tidak dibuat vulgar atau porno, tapi sepertinya cerita ini pun kurang greget. Nulis gak harus punya pengalaman dulu, 'kan?]

Comments

  1. Nia, tulisan gue soal seks jauh lebih vulgar pada saat belum punya pengalaman :D AHAHAH!

    ReplyDelete
  2. Hahaha.. sepertinya saya harus belajar dari Mbak Mir nih. Haaayyyyuuu..

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba