Anjing

by - September 18, 2009

Pagi kemarin, saya ditarik kembali ke bumi bersama ambisi dan segala mimpi yang saya bawa mengangkasa. Bapak datang, membawa seekor anjing yang dirantainya. Anjing menggonggong tidak karuan. Membuat saya ketakutan.

Bapak bilang bapak mau menitip anjingnya. Saya harus memberinya makan, menimangnya laksana ibu anjing yang sudah lama tidak bertemu anaknya. Harus saya siapkan air dan daging agar si anjing tumbuh dan berkembang sempurna. Seperti saya.

Rupanya bapak tidak peduli dengan segala mimpi yang saya bangun dengan ambisi. Sampai saya mengangkasa di langit ke tujuh, mereguk semua nikmat sendirian, bapak menarik saya ke bumi dengan kasar. Realita menyakitkan. Masa lalu apalagi.

Si anjing menggerogoti saya perlahan.

Gambar

You May Also Like

10 comments

  1. Ni, kok ngeri amat, ya ... ?

    Lagian karena menurut gua anjing itu binatang peliharaan yg manis dan setia, agak susah mbayangin anjing nggerogotin tuannya.

    ... tapi ilustrasi gambarnya ngebantu gua ngebangun image anjing yg buas, sih ...

    ReplyDelete
  2. Emang itu emosi yang pengen gue sampein sih: ngeri, buas, takut. Tapi pada kenyataannya 'kan gak semua anjing manis itu manis. Hehe.

    ReplyDelete
  3. Dan gue enggak suka dan takut sendiri baca tulisan ini.

    ReplyDelete
  4. Nia gak suka anjing ya?

    Nuansanya pahit dan beku ini. Coba disimpan untuk referensi kalau harus mengeluarkan emosi yang sama di masa depan. :D

    ReplyDelete
  5. Suka sih. Mau pakai lintah, tapi itu udah pernah ditulis sama Djenar Maesa Ayu. Mau dipakai keledai atau lembu, kayaknya kurang greget. Hehe.

    ReplyDelete
  6. gimana kalo pake ular?

    ReplyDelete
  7. Gak tau ya, tapi dipikiran saya, ular masih menginterpretasikan seks, padahal tulisan ini bukan tentang seks.

    Emang kenapa sih kalau pake anjing? :D

    ReplyDelete
  8. Nggak apa-apa juga, sih, Ni ...
    Cuma nggak kebayang aja karena biasanya sebuas-buasnya anjing itu setia sama tuannya.

    Tapi nggak selalu juga kali, ya ...

    ReplyDelete
  9. saya paling suka di bagian "Realita menyakitkan. Masa lalu apalagi".. . . kuat, berkarakter, dan memberi kesan yg mendalam.
    deskripsi yg singkat namun cukup padat, entah ada arti apa dibalik cerita anjing ini. namun jika artinya adalah relationship. . . . ha ha ha ha biarkan saja anjing itu menggonggong dan terus lah engkau melaju menuju langit yg biru. karena, jika setelah engkau ada di atas sana, si anjing menggonggong pun takkan kau dengar lagi. bahkan sebaliknya, jika engkau sungguh2 mengindahkan lolongan si anjing....kelak suatu saat kau akan selalu ingat untuk apa si anjing dititipkan

    ReplyDelete
  10. Aduh, saya senang dan terharu sekali ada tanggapan seperti ini. Terima kasih atas kunjungannya. Tanggapannya sangat berarti bagi saya.

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.