Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Petualangan Si Pemburu

Seorang perempuan bertelanjang dada. Ia hanya memakai rumbai dedaunan di pinggang. Tubuhnya kotor dan penuh luka. Diludahinya lalu digosok kasar, dibersihkan ala kadarnya. Dengan tombak runcing di tangan kanannya, ia sibuk berlari kesana kemari di tengah hutan, berburu binatang liar dengan lincahnya.

Adalah sebuah babi hutan dengan taring di dekat mulutnya. Tiga atau empat kali lebih besar badan si babi ketimbang sang perempuan. Sudah beberapa hari ini sang perempuan memburunya namun tidak berhasil. Dibuatlah lubang sebesar badan si babi, ditutupinya dengan ranting dan dedaunan. Cara yang klasik memang, tapi hanya itulah cara yang ia ketahui.

Dicarinya si babi dan diamati sembunyi-bunyi. Si babi sedang makan. Lalu dilemparkanlah sebuah batu pada si babi. Si babi berbalik, mencari darimana batu berasal. Matanya awas. Lalu diperlihatkanlah diri sang perempuan pada si babi hingga si babi balik memburunya. Dengan sigap, maka berlarilah sang perempuan ke tempat jebakan. Dan ... graass ... si babi masuk ke dalam lubang yang sudah disediakan.

Nafas sang perempuan terengah-engah. Bingung ia melihat babi berontak tidak karuan. Tidak buru-buru ia matikan, karena bukanlah tujuannya dijadikan santapan. Mungkin sang perempuan hanya ingin mengalahkan satu binatang liar ini yang sulit ditaklukan.

Setelah itu, berpulanglah ia pada rumahnya yang berada di dalam gua. Tidurlah ia.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba