Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Pidato Sahabat

Halo, selamat siang semuanya. Di pernikahan yang sakral ini, saya diberi kesempatan emas oleh sahabat saya, Bangsawan Tua, untuk memberikan pidato tentangnya.

Baiklah. Bangsawan Tua. Ia berasal dari Papua yang dahulu disebut Irian Jaya. Namun kalian pasti tidak mengira ia orang Papua karena ia berkulit putih dan berambut lurus yang tentunya tidak akan merusak keturunanmu – oh wahai pengantin wanita yang bernama Sarah Siparangin yang kini menjadi teman saya jua.

Tidak ada yang menyangka Tua ini akan memperistri seorang wanita cantik yang letaknya ribuan kilometer jauhnya. Selain itu, bagaimana bisa pria yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya berpetualang, meninggalkan jejak rajah pedalaman di tubuhnya hingga yang kalian lihat hanya darah bercampur tinta, dan dulu paling keras suaranya untuk melegalisasikan ganja kini beristri seorang wanita Katolik taat beragama? Tidak pernah sedikitpun Bangsawan Tua menceritakan tentang wanita selama 30 tahun kami berteman.

Kalian lihatlah otot-otot yang liat dan matanya yang liar itu. Raja Hutan mengakhiri rimbanya, kembali ke bumi mencari perlindungan yang abadi.

Selamat menikah, kawan. Saya yakin kau tidak akan kehilangan petualangan karena petualangan sesungguhnya baru kau mulai sekarang.

Tuhan memberkati.



[Tulisan ini dibuat di writer's circle saat berlatih menulis tentang flash fiction tanggal 13 Maret 2010]

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba