Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Gajayana

Gajayana menembus pekat malam tanah Jawa. Ketika ia lewat, udara sekelilingnya terpecah menjadi jutaan partikel yang berkelebat hebat bagi siapapun yang merasakannya. Ketenangan menjadi hal yang mudah mencabik. Kakinya panas, beradu berputar di atas jalanan besi yang berpasangan. Gajayana adalah rangkaian besi besar yang membawa manusia diam-diam dalam pekat malam.

Ketika ia masih muda dan mengkilap, manusia menumpakinya dengan suka cita. Mereka juga menggantungkan sebuah harapan perubahan nasib di langit-langit Gajayana. Ia banyak mendengar kesenangan, amarah, dan keluh kesah. Ia dipuji-puji banyak membawa perubahan dan mendekatkan sebuah tali maya manusia yang dulunya berjauhan.

Tanah Jawa sudah ia lalui ribuan kali. Hingga kini, saat dimana ia melaju lamat-lamat dengan suara ringkihan besi tua yang menipis di sela-sela sambungannya. Hingga kini, saat si tua tersandung di atas sambungan jejala besi, menumpahkan dirinya ke sisi kiri, membuat manusia berteriak, dan memohon untuk tidak mati. Satria Gajayana menyisakan besi-besi patah. Baru saja ia menemui ajalnya.


(Tulisan ini dibuat sebagai latihan interpretasi lagu dalam writer's circle. http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/10/satu-lagu-banyak-cerita.html
Lagu yang dipakai adalah After Midnight karya Tesla Manaf Effendi. Lagu bisa didengar di http://soundcloud.com/tesla-manaf-effendi/after-midnight)

Comments

  1. Pengaruh nggak sama kata "ga jaya", Ni ...? Jadi harusnya dia namanya "Jayana"

    ReplyDelete
  2. Kalo kata temen gue yang orang Jawa, Gajayana ini berasal dari nama seorang pangeran/raja/satria di kerajaan Jawa. Jadi, harusnya enggak pengaruh sih, De. Hehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba