Potong Rambut

by - December 03, 2010

Cahaya lampu-lampu putih berkilau dibalik kaca salon di ujung kantor, memantulkan warna hitamnya rerambut yang menitikkan air basah dari kepala. Aku tidak sedang bermuram durja, namun kuputuskan untuk memotong yang mereka bilang mahkota.


Kres ... kres ... kres ...

Rambut-rambut berjatuhan dari balik sela-sela gunting. Melayang berhelai-helai dan jatuh ke lantai. Kemudian mereka disapu dan dikumpulkan di dalam sebuah pengki bersama rambut entah milik siapa. Samar-samar kudengar mereka membisikkan kalimat selamat tinggal.

You May Also Like

6 comments

  1. Anonymous5:02 PM

    OMG--tidak menyangka kalau rambut yg kulihat tadi sedramatis itu akhir riwayat mereka,madam
    hehehe-berlebihan

    -bolehliat-

    ReplyDelete
  2. Hahaha.. he euh. Dramatis banget ending-nya, Wi :P

    ReplyDelete
  3. Anonymous1:13 PM

    Waduh.. Mau potong rambut tapi kok jadi sedihhh..

    mtenggara.blogdetik.com

    ReplyDelete
  4. Tapi perlu itu. Untuk tidak memberatkan tunas muda. Hehe.

    ReplyDelete
  5. Jadi inget lagunya Iwan Fals yang "Satu-satu", Ni ...

    ReplyDelete
  6. Wah, gak tau euy. Yang gimana tuh?

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.