Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Surat Untuk Sakti

Untuk Sakti, rekan terbaik se-jagadraya,

Kutulis surat ini agar kau tahu bahwa kau adalah rekan terbaikku selama 10 bulan ini mengelilingi tanah air yang telah diperjuangkan dengan tumpahan darah ras Melayu. Kau juga perlu tahu bahwa ambisimu mencari manuskrip yang hilang hingga ke pelosok Merauke itu pantas diacungi beberapa jari jempol—bahkan diapresiasi di forum internasional lalu aku berpidato dengan bahasa Inggris pas-pasan di atas podium tentang kehebatanmu—jika aku bisa. Lihat Sakti, bahwa aku rela mempermalukan diriku di depan umum.

Memang sulit betul manuskrip penting itu dicari sehingga kamu kehabisan seluruh persediaan makanan dan kehilangan beberapa peralatan dan tertembak saat berada di perbatasan Papua. Kau tertembak di rusuk dan dengan obatan-obatan seadanya di tenda darurat ini kau sekarat, dipastikan beberapa jam lagi menuju mati. Tentu kematian tidak membuat kau takut karena selama 10 bulan petualangan ini kau selalu bercerita kau begitu mendamba kebesaran Ilahi, memuja dan memuji di setiap tempat yang kau singgahi.

Oh, Sakti, andai aku tidak menikah dengannya nanti, sudah kubiarkan diriku jatuh lunglai dalam kegilaan yang nikmat di suatu sesi. Saat kita berlindung di balik kelambu di hutan Papua, menghindari dari serangan Malaria.

Tapi sebelum kematianmu, kau perlu tahu mengenai satu hal yang membuatmu sekarat begini. Manuskrip begitu jelas keberadaannya. Ia berada di sebuah laci rumah di tempat kita berasal: Jakarta. Tersimpan dan tergulung rapi di rumah yang biasa kau kunjungi saat kau membicarakan rencana-rencana petualangan nanti. Atau kuperjelas lagi: manuskrip itu tidak pernah ada. Ia hanya gulungan kertas kosong yang kubuat dengan sengaja. Aku tidak memberitahumu agar aku bisa memiliki 10 bulan denganmu, sebelum aku diperistri lalu dikurung untuk tidak melihatmu lagi. Sengaja kususun rencana agar tentara perbatasan untuk menembakmu, agar setidaknya aku tenang bahwa tidak ada orang yang bisa aku tangisi di hari nanti.

Oh, Sakti, setidaknya sudah kuberi jalan menuju cita-cita agar kau bertemu dengan pemilik Semesta ini.


[Sebagai bentuk latihan menulis di Reading Lights Writer's Circle -- http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/01/demi-keselamatanmu-bacalah-ini.html]

Comments

  1. mau dong jadi saktinya.. tapi nggak mau ditikamnya.. haha ^^

    salam kenal

    ReplyDelete
  2. @Pandi: Haha, kalau mau jadi Sakti, harus satu paket.. Hehe. Salam kenal juga!

    @Zein: Nuhun!

    ReplyDelete
  3. Nia, tulisannya keren. Ceweknya kayaknya sadis tapi berkarakter.

    Dia tetep punya "power"-nya meskipun di dalem "kurunga" nantinya.

    Wow.

    ReplyDelete
  4. Hehe, Dea, makasih banget.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba