Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Belajar Mendengarkan

Hari Minggu (27/01) adalah hari dimana saya tepat berusia 24 tahun 1 bulan. Saya memutuskan untuk menghabiskan sore bersama Klab Klassik di Tobucil. Karena agendanya adalah peserta boleh datang dengan lagu favorit dan akan dibahas oleh narasumber musik, maka saya tertarik. Mungkin kalau temanya main musik klasik atau bahas hal-hal keklasikkan lainnya, saya tidak akan tertarik karena ... aduh, itu jauh diluar nalar saya. Saya ingin tahu apa kata narasumber tentang musik-musik di luar klasik.

Setelah banyak memilih, akhirnya jatuh pada Daft Punk - Something About Us. Seperti yang sudah saya duga, dari sekian lagu yang akan saya bawa, saya akan memilih ini sebagaimana saya memilihnya pertama kali. Saya suka lagu ini semenjak awal saya mendengarkannya. Menurut saya, lagu ini manis.

Bandung agak kurang seru karena saat itu hujan. Saat saya datang, pertemuan belum dimulai hingga waktu menunjukkan sekitar pukul setengah empat. Di sana saya bertemu Marty, teman menulis saya di writer's circle yang sudah lama menyamankan diri di Tobucil. Setelah proses salin menyalin lagu, akhirnya pertemuan di mulai.

Bagaimana urutan dan apa yang terjadi, bisa dicek di blog-nya Tobucil. Setelah 10 musik dari death metal hingga Kerispatih, moderator bertanya bagaimana kesan yang saya dapat (terutama ini pertama kali saya datang ke Klab Klassik), saya menjawab, "Di sini kayak uji ketahanan ya? Terutama saat kita harus duduk dan mendengar (terutama) musik yang tidak sesuai dengan selera tapi kita harus duduk, tidak beranjak, dan mendengarkan."

Kesan saya sangat baik terhadap aktivitas Klab Klassik namun jujur, saya sakit kepala setelahnya. Saat itu kita disuruh fokus mendengarkan, mencermati segala kesan yang kita tangkap di setiap 10 lagu (active listening), sampai-sampai saya enggan mendengarkan lagu lagi. Kesakitkepalaan ini berlanjut hingga rumah. Wah--saya pikir--ternyata mendengarkan baik-baik itu bukanlah hal yang mudah, apalagi sebenarnya batas konsentrasi manusia itu cuman beberapa menit.

Saya merasa sinaps-sinaps di otak saya ini semerawut dan sulit diluruskan dengan mendengarkan lagu Glee atau Kerispatih sekalipun. Maka, sepulang dari klab, saya langsung tidur sambil membekap kepala saya dengan bantal. Saya tidak mau mendengar suara.

Saya melihat dinamika orang itu lucu ketika mendengarkan musik yang jauh dari seleranya. Misalnya ada yang merasa gelisah atau terganggu ketika mendengarkan musik death metal, ada yang merasa bosan dengan musik electronic pop, dan lainnya. Ah, selera, kadang label itu menjadi harga mati dan mematikan jalannya sebuah diskusi saja.

Comments

  1. Sebelomnya selamat ultaw dulu, ya, Ni ... =D

    Hehehe ... iya, selera itu kadang kayak anak kecil yg ngerengek-rengek minta pulang kalo udah ngantuk atau laper. Tapi selera juga yg bikin orang punya arah dan sikap hehe lagi ... =)

    Nice post as always ...

    ReplyDelete
  2. Hehe, makasih, Deaaa.

    "selera juga yg bikin orang punya arah dan sikap" .. setuju! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba