16 February 2011

Bumi terus berputar. Dunia berkembang pesat. Manusia terus berbicara apa yang mereka pikirkan. Konflik dengan diri, dengan sesama manusia, dengan Tuhan, ternyata tidak juga terhindarkan.

Dunia kerja menyebalkan. Orang dewasa apalagi. Konstruksi sosial pun mulai menuntut. Pacar selingkuh. Beberapa orang mulai mengeluh. Hubungan pertemanan yang merenggang.

Di saat seperti ini, ketidaktahuan terkadang menjadi hal yang baik. Tutup mata, tutup telinga, matikan semua perasa, pura-pura tidak tahu saja. Biar benang maya terus kusut di luar sana karena beberapa masalah mungkin tercipta untuk tidak diselesaikan dan tidak dipikirkan.

Kau tidak perlu tahu semua hal di dunia. Tidak tahu sesuatu kadang lebih baik ketimbang tahu.

Ignorance is bliss.

7 comments

Betul sekali neng nia.. kata Foucault, "Pengetahuan yang sedikit itu berbahaya"

REPLY

Benang maya di luar sana. Somehow gua suka sama istilahnya dan kebayang visualisasinya =)

REPLY

@Syarif: Tolong jelaskan lagi, Kang Syarif. Karena kok sepertinya "Pengetahuan sedikit itu berbahaya" sementara di atas maksudnya "terlalu banyak tahu yang berbahaya"..

@Dea: Hehehe. Udah maya, kusut lagi.

REPLY

wahh betuuull,. kadang orang yang nggak mau tau masalah genting dunia ini malah sejahtera hidupnya.. heehehe

REPLY

Haha.. iya ya..

REPLY
avatar
Anonymous

ada yg bilang, krn tidak tahu dan tidak mencari tahu, nantinya menyesal di dunia afterlife (hanya bagi yg percaya).

Nunu Januar

REPLY

Halo, Nunu.. boleh dijelasin lagi tentang maksud menyesal di afterlife?

REPLY

Kabut, Teh Melati, Susu Cokelat, dan Bimasakti. 2017 Copyright. All rights reserved.

Dilarang menyalin dan menggunakan konten website ini tanpa seizin penulis.

Designed by Blogger