Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Ketidaktahuan

Bumi terus berputar. Dunia berkembang pesat. Manusia terus berbicara apa yang mereka pikirkan. Konflik dengan diri, dengan sesama manusia, dengan Tuhan, ternyata tidak juga terhindarkan.

Dunia kerja menyebalkan. Orang dewasa apalagi. Konstruksi sosial pun mulai menuntut. Pacar selingkuh. Beberapa orang mulai mengeluh. Hubungan pertemanan yang merenggang.

Di saat seperti ini, ketidaktahuan terkadang menjadi hal yang baik. Tutup mata, tutup telinga, matikan semua perasa, pura-pura tidak tahu saja. Biar benang maya terus kusut di luar sana karena beberapa masalah mungkin tercipta untuk tidak diselesaikan dan tidak dipikirkan.

Kau tidak perlu tahu semua hal di dunia. Tidak tahu sesuatu kadang lebih baik ketimbang tahu.

Ignorance is bliss.

Comments

  1. Betul sekali neng nia.. kata Foucault, "Pengetahuan yang sedikit itu berbahaya"

    ReplyDelete
  2. Benang maya di luar sana. Somehow gua suka sama istilahnya dan kebayang visualisasinya =)

    ReplyDelete
  3. @Syarif: Tolong jelaskan lagi, Kang Syarif. Karena kok sepertinya "Pengetahuan sedikit itu berbahaya" sementara di atas maksudnya "terlalu banyak tahu yang berbahaya"..

    @Dea: Hehehe. Udah maya, kusut lagi.

    ReplyDelete
  4. wahh betuuull,. kadang orang yang nggak mau tau masalah genting dunia ini malah sejahtera hidupnya.. heehehe

    ReplyDelete
  5. Anonymous10:38 PM

    ada yg bilang, krn tidak tahu dan tidak mencari tahu, nantinya menyesal di dunia afterlife (hanya bagi yg percaya).

    Nunu Januar

    ReplyDelete
  6. Halo, Nunu.. boleh dijelasin lagi tentang maksud menyesal di afterlife?

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba