Untukmu

by - February 21, 2011


Nah, kalau kamu sih perlakuannya beda. Meski sama-sama harus keluar, kamu enggak akan aku tarik paksa lalu aku tendang setelahnya. Kalau kamu akan aku gandeng tangannya, berjalan ke arah pintu keluar sambil mengobrol tentang keseharian. Setelah di ambang pintu, tidak akan kututup pula pintunya. Malah akan aku antar ke ruangan lain dimana kamu pertama kali berasal: teman.

Tugasku sudah selesai.

You May Also Like

2 comments

  1. Anonymous10:59 AM

    bagus,,,asal....pintunya jangan dibanting yaaaaaa
    heheheeh
    -bolehbaca-

    ReplyDelete
  2. Enggak dibanting koookkkk. Andai semua pemilik ruangan kayak saya yaaa :p

    ReplyDelete

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.