21 February 2011


Nah, kalau kamu sih perlakuannya beda. Meski sama-sama harus keluar, kamu enggak akan aku tarik paksa lalu aku tendang setelahnya. Kalau kamu akan aku gandeng tangannya, berjalan ke arah pintu keluar sambil mengobrol tentang keseharian. Setelah di ambang pintu, tidak akan kututup pula pintunya. Malah akan aku antar ke ruangan lain dimana kamu pertama kali berasal: teman.

Tugasku sudah selesai.

2 comments

avatar
Anonymous

bagus,,,asal....pintunya jangan dibanting yaaaaaa
heheheeh
-bolehbaca-

REPLY

Enggak dibanting koookkkk. Andai semua pemilik ruangan kayak saya yaaa :p

REPLY

Kabut, Teh Melati, Susu Cokelat, dan Bimasakti. 2017 Copyright. All rights reserved.

Dilarang menyalin dan menggunakan konten website ini tanpa seizin penulis.

Designed by Blogger