Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Mengkonkretkan Tuhan

Beberapa hari yang lalu, saya dinasehati oleh kakak sepupu saya bahwa sebaiknya manusia jangan pernah menggantungkan diri kepada manusia lain. Sandarkanlah diri pada Tuhan YME karena Tuhan tidak akan mengecewakan hambanya.

Kata siapa? Toh saya baru dikecewakan Tuhan ketika ia bilang tidak. -- ujar saya dalam hati.

Sejenak diri ini meragukan keberadaannya. Jika saya berdoa, hati saya bertanya 'emang Dia beneran ada?' Lalu saya buru-buru meralat dan menyakini bahwa Dia memang ada. Dia harus ada. Karena kalau Dia tidak ada, maka saya harus lari dan memohon kemana pula? Saya perlu Dia untuk menggantungkan harapan dan juga untuk berkeluh kesah jika sesuatu tidak berjalan dengan baik.

Lalu saya berdoa sambil ternangis-nangis, memohon supaya dikabulkan. Atau setidaknya Dia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya melalui mimpi atau apalah. Saya ingin Dia berbicara pada saya. Rupanya kognisi saya masih pada tahap konkret karena saya menginginkan Tuhan betul-betul ada. Saya tidak bisa membaca tanda-tanda alam disekitar saya yang begitu multitafsir.

Mengkonkretkan Tuhan dilakukan dengan cara terus menerus mengingat dan menyebut namanya. Saya mengkonkretkan Tuhan dengan cara menghadirkan Ia dalam diri saya. Misalnya saat saya bingung, saya bilang, "Duh, Tuhan!" Kadang diri berharap ada yang menjawab, "Apa?" Tapi ya tentunya tidak mungkin. Nyatanya Dia menjadi hadir bukan dalam wujud yang nyata, tetapi dalam sebuah keyakinan bahwa saya tidak sendiri dan Dia ada.

Tuhan tidak boleh tidak ada. Dia harus ada.

Comments

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba