Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Pengamat Bisu



Mereka pasti suka merasakan kehadiranmu saat kamu sering berkunjung ke sana. Awalnya pasti mereka mereka juga mengintaimu, memperhatikan gerak-gerikmu, atau membaui aroma tubuhmu. Lalu setelah terbiasa, mereka merelakan rumputnya kamu tiduri, meminta dedaunan pohon minggir sebentar agar matahari menyinarimu, dan bersuka cita saat angin membelaimu. Karena saat itu kamu akan memejamkan mata, menghirup udara dalam-dalam, merasakan aroma tanah basah karena hujan semalaman.

Mereka suka kamu. Saya iri.

Kini taman tidak sama saat awal kamu datang. Mereka dan saya sama-sama kehilangan saat kamu harus pergi ke negeri seberang. Saya mendengar rumput-rumput yang tersedu, bangku-bangku rindu untuk diduduki, ayunan yang lesu, dan angin yang berbisik meminta kamu pulang.


Foto oleh: Julius Tomasowa

Comments

  1. Nia, kenapa gue sedih banget baca posting ini, ya?

    Gue ga tau siapa yang pergi, tapi kesedihannya kerasa. Fotonya juga ngomong banget. Waktu lo bilang tamannya sedih, gue langsung kebayang gimana elemen2 di foto itu nangis dan keilangan ...

    ReplyDelete
  2. Wah? Iya? Padahal bukan pengalaman pribadi lho .. Hehehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba