03 August 2011

Madre. Aku lapar, aku ingin nasi. Tapi karena tidak ada nasi, lalu aku pergi ke sebuah warung yang sudah terkenal. Tidak ada lontong, hanya ada gado-gado yang menjadikan ini distraksi. Ah, tidak mengapa, mengganjal sedikit. Tapi tetap nanti aku akan makan nasi.

Gado-gadonya isinya banyak dan beragam. Ada sayur, ada telur, dan saus kacang. Tapi--bleerghh--aku enggak suka sayur kacangnya. Terlalu hambar. Sejujurnya sudah terlihat dari warna saus yang pucat. Juga rasanya terlalu bingung; kadar gula merah, bawang putih, dan cabainya tidak pas.

Kulihat lagi nama penjual gado-gadonya di spanduk yang menutupi warung. Tempat makan ini sudah terkenal sehingga banyak orang yang datang. Aku jauhkan sepiring gado-gado yang belum habis. Kubayar, lalu beranjak pergi, mencari nasi.

Biasanya aku enggak masalah dengan gado-gado. Sepertinya ini masalah selera.

8 comments

Wah. Cara mereview yang sangat menarik :)

REPLY

Haha, makasih :D

REPLY

aku males beli. pingin pinjem aja.

REPLY

Kalau udah kepalang beli buku-bukunya, untuk buku ini, jadi berasa harus beli juga *koleksi, maksudnya* *saya, maksudnya*

REPLY

buku yang paling tidak impresip, benar sekali deskripsi anda :p

REPLY

Haha, baiklaaah :D

REPLY

hahaha cara mereviewnya unik sekali. cerdas!

REPLY

Hehe.. makasiiihh.. :)

REPLY

Kabut, Teh Melati, Susu Cokelat, dan Bimasakti. 2017 Copyright. All rights reserved.

Dilarang menyalin dan menggunakan konten website ini tanpa seizin penulis.

Designed by Blogger