Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Meminta Maaf

Pada suatu hari, teman saya bertanya, "Nia, apakah kalau orang sudah memaafkan tapi masih teringat terus dengan kejadiannya itu sama dengan memaafkan atau tidak?"


Saya bingung. Saya pikir dia salah bertanya kepada saya karena saya tidak ahli dalam bidang akhlak begini. Maka, dengan kitab Kamus Besar Bahasa Indonesia, saya meminta dia bersama-sama mengurai permasalahannya (baca: mikir bareng).

Secara definisi, maaf berarti pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dsb) karena suatu kesalahan. Jika kita sudah meminta maaf tapi masih teringat-ingat dengan kejadiannya dan muncul amarah dalam benak kita, maka kita belum memaafkan. Maka orang itu tidak bebas karena masih terikat dengan perasaan negatif kita. Namun jika tidak muncul amarah atau hanya muncul perasaan biasa-biasa saja, artinya kita sudah memaafkan. Sehingga memberi maaf tidak sama dengan melupakan. Boleh ingat, tapi perasaan sudah netral.

Misalnya saya memaafkan seorang teman yang pernah melempar batu sehingga bibir saya robek. Saat mengingat kejadian itu, tidak ada perasaan kesal, sama seperti ingatan biasa saja. Namun saat ada orang yang mempermalukan saya di depan umum dan saya merasa marah hingga sekarang, maka itu tandanya saya belum memaafkannya.

Bagaimana dalam kasus meminta maaf secara massal seperti yang terjadi saat berlebaran? Tidak bisa dihindarkan jika ada pemikiran bahwa maaf hanya formalitas. Mungkin ini akibat kita betul-betul tidak meminta maaf atau tidak memaafkan. Mungkin juga kita menginginkan hal yang lebih personal agar suatu urusan menjadi selesai.

"Maaf lahir batin ya," ujar salah satu kerabat pelaku bibir-bibir yang tidak hentinya bicara dalam Ransum. Apakah lalu saya memaafkannya? Tentu tidak.

Maaf itu bukan mantra ajaib yang menghapus permasalahan dan membuat semuanya indah dalam sekali kedip. Maaf itu adalah proses, bukan hasil akhir. Dua orang harus duduk, membicarakan dari hati ke hati, menyelesaikan permasalahannya hingga tuntas.

Bagaimana jika kita berada di pihak yang bersalah? Jika ingin betul-betul meminta maaf, ada tiga tahap dalam meminta maaf. Katakan:

1. Saya meminta maaf
2. Saya telah salah karena melakukan ...
3. Lalu apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya?

Mudah-mudahan tulisan tidak memicu pemikiran 'ah-ribet-bener-lu' dan mungkin ada beberapa orang yang hanya butuh kata 'maaf' tanpa harus menuntaskan masalah. Bebas. Asal tidak ada dendam--apalagi sampai kesumat, bagi saya tidak apa-apa.

Tulisan ini bertepatan dengan lebaran. Maka saya mengucapkan Selamat Idul Fitri. Semoga Tuhan merahmati.

Comments

  1. yups,klo blm bisa melupakan kesalahan orang lain itu artinya belum memaafkan sepenuhnya,...kmrn ada yg nanya gitu di pengajiannya opa Quraish syihab dan jawabannya sama :)

    selamat idul fitri juga yaa....


    leave my footprint here:
    adynura.blogspot.com (^^)v

    ReplyDelete
  2. Katanya gini,

    "The stupid neither forgive nor forget; the naive forgive and forget; the wise forgive but do not forget." --- Thomas S. Szasz

    :D

    ReplyDelete
  3. thanks buat kunjungan dan ninggalin jejak dikomentarnya yaaa....

    hmm...mau saling follow ato tukeran link?
    let me know yaa...
    just catch me at my twitter @adynura
    :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba