Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Orang Tua VS Passion

Terinspirasi dari Reza--salah satu teman ngaleut saya--mengenai twitnya yang berkisah tentang orang tua yang mengarahkan masa depan anak namun berlawanan arah dengan passion anak. Tampak seperti permasalahan keseharian semua orang.

Saya juga dulu begitu, kok. Saya harus masuk IPA agar rentang pilihan jurusan saat kuliah bisa luas, harus masuk universitas yang berdiri di Jalan Ganesha, harus meneruskan skill piano saya padahal saya tidak suka, harus bergerak dibidang psikologi anak karena banyak anak yang error. Tapi saya tidak suka kesemuanya. Saya hobi main piano bukan sebagai profesi, saya cinta psikologi tapi bukan dibidang psikologi anak.

Sampai saya lulus kuliah, saya memutuskan mau menolak segala arahan. Maka saya bekerja sebagai pengajar ABK (yang belakangan diketahui  ini bukan passion saya) lalu ditengah segala kestabilan dan kenyamanan, saya memutuskan untuk keluar dan mengejar passion saya yaitu menulis.

Tentu ya tentu, keluarga saya sulit menerima keputusan tersebut pada awalnya. Namun setelah dijelaskan tentang passion saya, diperlihatkan langkah-langkahnya seperti apa, dan juga ditunjukkan hasilnya, mereka mengerti. Justru kalau ada yang tanya saya ini kegiatannya apa, mereka menjawab saya ini seorang penulis.

Saya pikir justru wajar jika orang tua banyak mengarahkan kalau kita sendiri terlihat gamang dan tidak yakin dengan keputusan kita. Jadinya, kita memang perlu diarahkan ke hal yang terbaik. Namun selain keinginan, harus juga diketahui cara-caranya dan menuju sana.

Orang tua bukan kardus. Selain itu juga ada yang namanya komunikasi. Utarakan, lakukan, dan perjuangkan.

Comments

  1. Aku bersyukur ortuku memberiku kebebasan untuk memilih apa yang kusukai, mereka hanya memberikan arahan dan masukan, selain itu mereka tak melarang mengembangkan hobbyku menulis dan dunia seni lainnya, kayaknya apa yg dilakukan orang tuaku akan kulakukan juga pada anak-anakku.

    ReplyDelete
  2. ahaha, iya.. orang tua bukan kardus ^^;

    ReplyDelete
  3. @ladyonthemirror: Wah, enak tuh. Tapi saya juga bersyukur nih sempat diarahkan. Mungkin kalau dulu jalannya beda, sekarang pun pasti berbeda. :D

    @Budi: Hehe :D

    ReplyDelete
  4. Repot, karena kita semua tinggal di dalam kardus X))

    ReplyDelete
  5. Waaahh.. jangan sampai deh. Sekali-kali perlu out of the box.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba