Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Pemancar Radio Tua

Sekitar seminggu yang lalu (18/09), saya ke kawasan Buah Batu bersama Aleutians untuk melihat menara pemancar radio yang letaknya di belakang kampus IT Telkom. Mengenai sejarah tentang menara ini, sudah diarsipkan dalam blog Aleut yang ditulis oleh M. Ryzki W. dengan judul Ngaleut! Puntang-Malabar with GEOTREK II. Jadi, jurnal saya ini semacam melengkapi apa yang sudah lengkap.

Jika saya tidak ikut Aleut, pasti saya tidak tahu bahwa sebongkah besi berwarna merah putih yang menjulang tinggi itu adalah cikal bakal dan telekomunikasi Hindia Belanda. Pasti saya juga tidak tahu bahwa menara ini adalah salah satu dari 13 sisa menara yang dihancurkan untuk memutuskan telekomunikasi pada masa penjajah Jepang. Dan pasti saya hanya akan menganggap menara pemancar ini hanya berupa tempat sakral orang-orang stress yang mau meregang nyawa.

Lanjut ke belakang IT Telkom, terdapat sebuah jalan bernama Jalan Radio dan perkampungan namanya Kampung Radio. Di sana juga terdapat stasiun radio tua yang kini dipakai oleh salah satu vendor GSM besar, gudang peralatan, dan asrama mahasiswa IT Telkom yang sudah tidak terpakai karena sering kebanjiran. Selain itu kami diizinkan naik ke pos penjaga yang berada di atap gedung oleh satpam yang baik hati.


Gudang


Tangga berkarat menuju pos penjaga

Perjalanan kali ini membuat saya membayangkan bagaimana jika Indonesia tidak dijajah Belanda? Mampukah anak bangsa membangun dari awal sistem telekomunikasi seperti ini? Jika iya, mampukah mereka membangun secepat ini? Lalu apakah seluruh aspek (terutama sistem komunikasi) akan semaju sekarang? Bisakah kita melakukan hubungan dengan kerabat di seberang lautan? Membayangkannya menimbulkan pemikiran bahwa jangan-jangan kita sebetulnya harus berterima kasih karena seolah-seolah negeri ini dibangun oleh konsep atau materi penjajah itu sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba