23 September 2011

Jadi, kemarin itu, kita laksana dua orang yang sedang main. Yang ketika tawa sudah berderai, berpeluh oleh keringat, dan sudah puas, lalu kita saling berpamitan; saling mengecup pipi, lalu mengambil jalan yang berbeda. Kamu berjalan memunggungiku lalu hilang di hiruk pikuk. Kamu pulang ke rumah.

Tetapi aku tidak. Aku masih di sini, berpura-pura mencari jalan pulang, padahal tidak. Menunggu kamu mengajak main lagi.

2 comments

Niiia, Niiiia, main yuuuk ... =D

REPLY

Deaaaa :)

REPLY

Kabut, Teh Melati, Susu Cokelat, dan Bimasakti. 2017 Copyright. All rights reserved.

Dilarang menyalin dan menggunakan konten website ini tanpa seizin penulis.

Designed by Blogger