Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

Infantil

Semenjak sapi betinanya mulai besar lalu kantung susu yang menggantung dekat perut terlihat penuh, Hasyim tahu bahwa si mamalia itu siap diperah. Ini kali pertama ia memiliki sapi betina siap perah, maka pertama kali juga ia akan memerah. Selama ini ia hanya merawat domba-domba dan sepasang sapi milik Pak Haji Khasan yang di saat mau meninggal, majikannya itu mewariskan sebuah anak sapi kepada Hasyim agar anak yatim ini bisa menghidupi dirinya sendiri.

Sementara sang sapi sibuk mengunyah, Hasyim mengalungkan tali di leher kemudian dikaitkan ke pancang. Ia bersiap dengan membawa ember kecil serta jojodog (tempat duduk kecil) di dekat sang sapi. Sebelum memerah, ia meregangkan kedua jemarinya hingga bergemerutuk bunyinya. Ia melakukan apa yang selama ini ia lihat saat pegawai lain memerah ibunya sapi ini. Ia lumuri puting sapi dengan mentega, ia pegang salah satu putingnya kemudian ia meremasnya dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, sambil ditarik ke arah bawah. Air putih agak bening itu keluar dari sumbernya—hanya sedikit. Sang sapi melenguh untuk susu pertamanya. Hasyim diam sebentar untuk melihat apa sapi tersebut kesakitan atau tidak namun sapi tampak tak acuh sambil melanjutkan makan.

Dengan prosedur yang sama, ia mengulangi dengan tangan kirinya di puting yang berbeda sehingga kedua tangannya kini sibuk memompa kantung susu hingga airnya bermuncratan. Prosedur berulang itu lama kelamaan membuat wajah Hasyim memerah dan berseri-seri. Entah apa yang ia bayangkan. Mungkin dorongan infantil seorang anak laki-laki yang merindukan kantung perempuan yang memberi hangat selama 9 bulan atau perempuan yang membagi sari tubuh melalui gumpalan kenyal bersarang di mulut?

Susu semakin memenuhi ember. Pancurannya menimbulkan busa-busa putih di dalamnya. Warnanya terlihat kental. Penasaran, ia celupkan kelingkingnya ke dalam ember lalu dihisap oleh mulutnya. Apakah rasanya sama dengan air susu ibuku? – tanya Hasyim dalam hati. Meski ia sudah menyedot sari tubuh ibunya selama bertahun-tahun, aneh, ia tidak pernah ingat rasanya.

Tak tahan melihat kantung susu bergelantungan, pemuda itu mendekatkan mulutnya dan mulai menghisapnya. Air putih itu memenuhi mulutnya. Dipejamkan kedua matanya, membayangkan diri menjadi bayi, sambil mendekap diri membayangkan kehangatan ibunya. Hasyim, si pemuda tanggung yang sedang dikuasai dorongan Oedipal, tidak menyadari bahwa ibu yang dibayangkannya itu sedang melihat ulahnya.

“Masya Allah, Hasyim! Najis!!” teriak ibunya sambil membangunkan lamunan Hasyim dengan tumpahan air susu sapi ke kepalanya. Hasyim gelagapan.


Bandung, 4 Februari 2012. Reading Lights Writers' Circle dengan tema Susu. 

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba