Saya Mengikuti Tutorial Macrame dan Ini Hasilnya

Image
Dari dulu, saya suka dengan dekorasi atau desain interior bohemian. Salah satu dekorasi yang saya suka adalah macrame . Ada pembuat macrame wall hanging  yang karyanya saya suka sekali, yaitu Sarae Macrame. Tapi kayaknya mahal, bisa di atas Rp500 ribu. Jadinya saya memutuskan untuk bikin sendiri saja. Foto diambil dari Instagram Sarae Macrame. Ketertarikan saya terhadap macrame membuat teman saya, mba Ririe, memberikan satu gulung tali katun macrame . Setelah lama terbengkalai, karena enggak tahu mau belajar ke mana, akhirnya mba Ririe menawarkan untuk ikut pelatihan macrame yang ia buat, yaitu bikin cover oil difuser . Setelah ikutan, saya jadi tahu teknik dasarnya. Nah, semenjak itulah saya mulai eksplorasi macrame wall hanging tutorial di YouTube. Macrame layered wall hanging Bentuk segitiga kebalik ini kayaknya bentuk macrame paling dasar. Saya mengikuti macrame tutorial di Let Be . Di sini jelas sekali panjang tali yang digunakan, tebal talinya, dan dia pun menjelaskan dengan enak

Cupcake!

Ceritanya, semenjak cupcake menjadi kue yang begitu tren saat ini, saya penasaran betul. Pertama, saya belum pernah mencoba (padahal hanya bolu biasa pakai krim dan topping). Kedua, karena saya sering nonton Cake Boss di tv kabel, saya penasaran betul dengan topping yang warna-warni namun bisa dimakan. Jadi, selain penasaran, saya memang ingin makan.

Saat ada acara mini bazaar, ada salah satu tenant bernama Bite 'Em yang jualan kue mangkok ini. Ia menawarkan dua varian rasa: cokelat dan red velvet (vanila). Karena saya sudah mendengar kemahsyuran red velvet, maka saya memesan itu. Ternyata saya bisa pilih warna krim yang ada di atasnya dan memilih topping-nya sendiri (dengan harga berbeda). Baik! Mari kita salurkan kreativitas ini.

Topping yang kayak manik-manik itu ternyata bisa dimakan, saudara-saudara. Topping-nya terbuat dari gula, krimnya terbuat dari mentega. Karena kuenya berwarna merah, maka saya pilih topping yang kontras tapi masih layak dipadupadankan. Ini dia hasilnya!


Gimana? Biasa aja ya? :D

Comments

Post a Comment

Komentar di blog ini akan dimoderasi agar penulis dapat notifikasi komentar terbaru.

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba