Ampuh! Ini Dia Skincare Penghilang Bekas Jerawat

Image
Setiap orang pasti pernah berjerawat. Jerawat adalah hal yang normal terjadi pada kulit kita. Meski hanya muncul satu atau dua biji, jika diperlakukan tidak baik seperti dipencet, maka akan meninggalkan noda atau bekas luka. Nah, ini dia yang susah dihilangkan. Makanya skincare penghilang bekas jerawat banyak dicari. 



Temen-temen yang sering ketemu saya pasti tahu bahwa saya punya muka dengan bekas jerawat yang parah. Selain scar atau bopeng, banyak noda hitamnya. Beberapa bulan ini, saya rajin berburu skincare yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat. Saya coba layer retinol, vitamin C, dan niacinamide, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Selain itu juga jadi mahal karena produk yang dipakai banyak.
Akhirnya saya menemukan sebuah produk skincare lokal yang ampuh mengurangi bekas jerawat. Hanya dengan satu produk ini, saya bisa dapat hasil yang memuaskan. Produk itu adalah ... rosehip oil!
Apa itu rosehip oil? Rosehip oil itu adalah minyak yang berasal dari ekstraksi bunga mawar l…

TOPOS/CHAOS


"Dika, lo suka engga sama karya-karyanya?"
"Engga."
"Karena engga indah ya?"
"Iya."

Kira-kira begitulah respon Andika, teman saya sekaligus Neni, yang kala itu datang bersama-sama melihat pameran TOPOS/CHAOS karya Bambang BP. Karya dengan garis merah kekisruhan atau kacau balaunya pasir, debu, kerikil, jejak, galian, lumpur, dan lainnya yang digambar menggunakan potlot diatas kanvas tidaklah "indah" dipandang mata. Tidak warna-warni, tidak feminin layaknya bebungaan, atau mungkin tidak menimbulkan perasaan senang saat melihatnya.

Memang Bale Tonggoh Selasar Sunaryo kala itu tampak biasa saja dengan hamparan gambar yang dominasi hitam, putih, dan keabuan. Monokrom. Kecuali di sisi dalam Bale Tonggoh terdapat hamparan tanah coklat di atas papan.

Berbeda dengan Dika, saya menyukai karya-karyanya, terutama ketertarikan pada detil yang digambar oleh Bambang BP pada kasarnya tekstur tanah hingga lembutnya langit berbulan. Dimensi-dimensi yang ia ciptakan melalui tebal atau tipisnya ulasan membikin gambar tanah di atas kanvas ini tampak betulan dan sungguh memiliki gestur. Apalagi kejelian dan kerapian seniman terhadap detil alat pengeruk di karyanya yang berjudul Morning Mood (2011). Juga Mud Enthusiasm (2012) yang terlihat seperti lumpur yang dilemparkan langsung ke atas kanvas. Karya-karyanya membikin saya ingin mengamati lekat-lekat, memandangi titik-titik hitam potlot yang digoreskan pada kanvas.

Detil dari Morning Mood (2011)

Mud Enthusiasm (2012)

Meski Bambang BP menggambar tanah dan teman-temannya yang ada di permukaan bumi, saya tidak melihat ini sebagai pameran kaku yang mengusung penelitian mengenai topografi. Seperti yang dikatakan kuratornya, Hendro Wiyanto, tempat (topos) ini merupakan media dimana seniman melakukan pencitraan visual secara artistik. Artistik lho ya, bukan keilmuan.

Berikut ini adalah beberapa karyanya yang saya suka:

A Manmade Arrangement (2011)

Land Gesture (2012)

Detil titik potlot dari Gravel Stories (2012)

Neni berkata bahwa pameran gambar dengan menggunakan potlot mengingatkan pameran Hikayat Sang Pohon oleh Risca Nogalesa Pratiwi di IFI Bandung. Pameran tersebut menggambarkan pohon yang bertali-tali dan saling berkait. "Kalau pameran yang itu, lebih terasa digambar pakai potlotnya. Kalau ini, tidak," ujar teman saya sambil membandingkan.

Dari sini saya jadi kepikiran bahwa arang, akrilik, cat minyak, apapun ... asal bisa mencerminkan imajinasi di alam pikiran, menjadi media belaka.

Comments

Popular posts from this blog

Review Clodi Ecobum, Cluebebe, Babyland, dan Little Hippo. Mana yang Terbaik?

Pasang IUD di Puskesmas

Berkenalan dengan Disentri dan Amuba