Skip to main content

#8: Keterasingan

Jadi ceritanya dua minggu belakangan ini si monyet kembali ke Jakarta dalam durasi yang pendek-pendek karena ada urusan pendek pula di rimba Jakarta Barat. Beberapa kali menyempatkan main ke museum namun tidak bisa karena macet yang menggila (apalagi ada musibah banjir yang bikin Jakarta lumpuh). Namun untungnya, saat bermalam di kostan kawan satu spesies di dekat kantor Kompas-Gramedia, si monyet punya waktu luang untuk jalan-jalan.

Sebelum agenda jalan-jalan dimulai, charger handphonenya rusak padahal baterainya sudah menipis. Ia memutuskan untuk mengontak Niken, teman sepermainan yang juga doyan jalan-jalan, untuk bertemu. Monyet bilang tentang keperluannya untuk membeli charger, maka Niken membawa si monyet ke Sarinah karena di sana tersedia toko elektronik serba ada. Di sana ada beragam charger, USB port, dvd player, dan banyak lagi. Bahkan alat make up juga ada!

Walau tidak dapat benda yang diinginkan karena colokkan yang tidak akur, mereka pergi makan dan minum saja. Niken mengajak ke Melly's Garden, sebuah bar dan restoran yang terletak di belakang Sarinah. Suasananya mengingatkan pada Erla's Mexican Cafe yang ada di Bandung. Si monyet hanya memesan Tom Yam, nasi, dan es kopi. Sayangnya ia sedang tidak minum. Hihi. Sayangnya waktu mereka tidak lama karena rimbanya si monyet jauh dari tengah hutan sehingga ia harus buru-buru pulang.

Dalam perjalanan pulang, lagi-lagi monyet terkesima dengan kota besar yang gemerlap ini. Dulu ia sering merasa terasing dan sendirian--seperti berpisah dengan teman yang mayoritas di pusat atau selatan lalu ia pulang ke kostan. Jauh dan sendiri.

Busway baru dengan pendingin ruangan yang masih kelewat mengigit berisikan monyet-monyet asing lain yang berwajah datar membelah jalanan besar. Di dalam busway, anehnya, ia menyadari jeda sebulan di suaka membikin dia rindu dengan asingnya rimba Jakarta. Agaknya keterasingan memberi ia kesempatan untuk bersama dirinya sepenuhnya, untuk mengalami, meresapi, dan memaknai segalanya sendiri. Keterasingan membuat ia tidak berbagi.

Keterasingan seperti obat. Juga seperti detoks, ia menetralkan. Namun jika sudah netral atau sembuh, ia tidak dibutuhkan.


Comments

dweedy ananta said…
Sepakat deh! Sendirian di keramaian adalah waktu yang tepat untuk lebih mengenal diri sendiri dan memaknai segala hal ^^
Nia Janiar said…
Yeah!
Sundea said…
Nia, foto "Benteng yang Menyangga" kontras warnanya keren banget ...
Nia Janiar said…
Wah, oh ya, padahal itu engga diedit apapun..

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…